<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889</id><updated>2011-12-18T23:24:31.512-08:00</updated><title type='text'>HIDUP UNTUK IBADAH</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-8380389322824366522</id><published>2009-04-10T00:58:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T00:59:31.342-07:00</updated><title type='text'>KRITISI AKAS</title><content type='html'>Tidak profesional, tidak nyaman, mengecewakan, dan seabrek pendapat negatif lainya. Kayaknya begitulah yang dapat disampaikan oleh penumpang Bus PO. AKAS jurusan Surabaya – Banyuwangi. Bayangkan saja, akhir liburan setelah menikmati nyamannya suasana liburan dan akan pulang berkatifitas dengan rutinitas pekerjaaan, harus pulang dengan suasana perjalanan yang tidak menyenangkan. Rasanya nikmat liburan seminggu, hilang karena perjalanan pulang 9 jam. Panas setahun dihapus hujan sehari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir liburan ini di Kota Surabaya, tibalah saatnya untuk kembali ke Bali. Saya dan teman yang di Surabaya memutuskan untuk menggunakan jasa Bus untuk balik ke Bali. Setelah milih-milih Bus di Terminal Bungurasih yang tertib tersebut, akhirnya kami memutuskan naik Bus AKAS ber AC, setelah sebelumnya di tawari yang ekonomi. Keinginginan agar perjalanan bisa lebih nyaman dengan Bus ber AC, sirna di perjalanan. Gimana gak sirna, setelah merasa nyaman perjalanan dari Surabaya, nyampe di Terminal Probolinggo sang sopir mengatakan kalau penumpang harus di oper ke Bus AKAS lainnya. Gak jelas alasannya kenapa. Tapi kayaknya karena penumpang yang akan melanjutkan sampe ke Banyuwangi semakin berkurang dan mungkin hitung-hitungan bisnis pasti rugi kalau terus melanjutkan sampai Banyuwangi. Kami gak menemukan alasan lain, bagi sopir tuk mengoper penumpangnya. Betapa kecewanya semua penumpang mendapatkan hal tersebut. Yang lebih mengecewakan lagi, Bus lanjutan kami yaitu Bus AKAS ekonomi sarat penumpang dan panas. Tidak ada pengembalian sisa ongkos dari AC ke ekonomi. Hak penumpang sudah diambil. Tidak ada berontak, tidak ada kemarahan, tidak ada keributan, tidak ada kaca mobil pecah, tidak ada laporan, hanya rasa dongkol aja. Keinginan untuk segera sampai tujuan, mengalahkan semuanya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah dioper ke bis berikutnya, perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Banyuwangi. Ketidaknyamanan yang didorong rasa dongkol menghiasi perjalanan tersebut, belum lagi sopir bis yang kadang-kadang tidak tertib dan ugal-ugalan. Ketika keluar Kota Situbondo menjelang sore hari, tanda-tanda masalah berikutnya mulai terasa. Sopir bis mulai mengecek-ngecek lampu Bus yang nyalanya kedap kedip 5 watt. Tapi sang sopir tetap memaksakan untuk melanjutkan perjalanan meski sore semakin gelap. Nampak sekali keraguan sopir dalam membawa bis, karena laju kendaraan semikin lambat. Hak penumpang sudah diambil. Rasanya bencana kecelakaan terus menghantui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hari semakin gelap dan jarak makin terbatas, ketika Bus keluar dari Paiton, sopir Bus AKAS untuk kedua kalinya kembali mengoper penumpang ke Bus AKAS lainnya yang kebetulan lewat dan penumpangnya sedikit dan tidak dikenai biaya tambahan. Untung saja tujuannya juga Banyuwangi, jika tidak, harus berapa kali lagi dioper. Hak penumpang sudah diambil. Perjalanan terus dilanjutkan sampai akhirnya tiba dui Banyuwangi. Namun yang menjadi perhatian kami adalah, waktu perjalanan juga sangat panjang. Berangkat jam 2 siang sampai di Bali jam 1 malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, pengalaman naik Bis yang tidak dikelola secara profesional dan cenderung mengejar keuntyungan sepihak dengan mengorbankan hak-hak penumpang. Itu hanya contoh kecil dari berbagai jasa pelayanan di Indonesia yang dijalankan dengan mengabaikan prinsip profesionalitas. Inilah gambaran kalu kita masih negara yang masih jauh dari kemajuan dan modernisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dibalik itu semua, saya selalu berprinsip kritis tapi bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian karena Hidup Untuk Ibadah. Pertama, mungkin jika saya naik Bus AC, saya akan tidur sepanjang perjalanan tanpa bisa menikmati apa yang di depan, di samping dan di sekitar saya. Akhirnya saya tidak bisa mengambil pelajaran/ilmu dari sekeliling saya, terutama masalah-masalah sosial. Kedua, dengan kondisi seperti itu, menjadi kesempatan kita dalam belajar mengelola emosi, amarah , kesal, untuk memacu potensi diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-8380389322824366522?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/8380389322824366522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=8380389322824366522' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/8380389322824366522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/8380389322824366522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2009/04/kritisi-akas.html' title='KRITISI AKAS'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-2779317151585410408</id><published>2009-04-10T00:54:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T00:58:06.036-07:00</updated><title type='text'>JALAN-JALAN DI JAWA TMUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oF7uVTirq0Q/Sd78APoVPpI/AAAAAAAAAEs/k0fo4yB1Cxs/s1600-h/AD-din+(34).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oF7uVTirq0Q/Sd78APoVPpI/AAAAAAAAAEs/k0fo4yB1Cxs/s200/AD-din+(34).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322968890724400786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maret pertengahan, waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya nyampe juga. Tepat tanggal 18 Maret 2009 adalah perayaan Hari Raya Galungan. Libur dong, tapi jangan salah loh, liburnya gak sehari itu saja, tapi 3 hari. Galungan bagi umat Hindu di Bali adalah Hari Raya Besar, dan merupakan hari libur panjang bagi masyarakat lainnya tak terkecuali PNS. Disetiap rumah akan terpasang penjor yang berdiri tegak yang menandakan bahwa pemiliknya sedang merayakan Galungan. Penjor...tau gak ? Penjor itu terbuat dari bambu yang utuh setelah dibersihkan dahulu dari ranting dan daun. Kemudian disekelilingnya dililit dengan daun kelapa dan dihias dengan anyaman janur yang indah, dan pada ujungnya akan menggantung sebuah hiasan dari anyaman janur. Indah sekali !!! Sebatang penjor ada yang menghabiskan dana puluhan ribu rupiah, bahkan sampai ada yang menghabiskan puluhan juta rupiah untuk sebatang penjor. Penjor seperti ini umumnya dapat dijumpai di daerah-daerah yang kental dengan seninya atau yang basah dengan Dollar. Penjor merupakan gambaran tingginya nilai peradaban dan Seni masyarakat Bali. Disepanjang jalan kita akan jumpai penjor yang terpasang berbaris rapi menjulang tinggi dan ujungnya melengkung tertunduk seakan menyapa selamat datang bagi setiap umat yang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Libur lagi....libur lagi....refreshing lagi...refreshing lagi. BALI .......emang benar sih kata orang, BAnyak LIbur. Setelah mengingat, menimbang-nimbang dan berkonsultasi, akhirnya kuputuskan....libur kali ini akan kuarahkan langkah kakiku menuju Pulau Jawa tepatnya Jawa Timur, lebih sempitnya lagi ke Madiun, lebih spesifiknya lagi ke Pagotan. Kenapa harus Madiun ? Saya mempunyai seorang sahabat di sana yang sangat dekat, teman sekamar di asrama waktu pendidikan di Bogor, seangkatan SKMA tepatnya SKMA Samarinda. Dia dah punya 2 ekor anak, sementara beta....... !!! Asyiknya jadi bujangan, kata bibir ini menirukan lagu Koes Plus, tapi batin gw.....mmmmmmm !!! Ini untuk ke 4 kalinya saya mengunjungi kediamannya. Segitu besarnya nilai sebuah persahabatan, hingga rasa kangen itu terlalu mudah untuk muncul lagi. Memang, tanpa kita sadari terkadang seorang sahabat itu lebih dekat dibanding saudara kandung. Terkadang pula seorang sahabat itu lebih mengerti tentang sahabatnyua dibanding diri kita sendiri. Maka tidaklah salah jika Rasulullah begitu mengasihi dan mencintai sahabat-sahabatnya. Beliau tidak rela jika sahabatnya dihina atau dijahati sedikitpun. Sahabat-sahabat Rasulullah menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan tegaknya Islam. Masihkah ada seorang sahabat seperti sahabatnya Rasulullah ? Pasti masih ada !!! &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lanjutin perjalanannya ! Setelah mengumpulkan modal awal dengan berdoa agar perjalanan ini bisa membawa manfaat, hikmah, ilmu dan lindungan-Nya, saya berangkat numpang mobil bos yang ke Sidiorjo. Kulo turun di Bungurasih dan lanjutin ke Madiun. Hari pertama di Madiun langsung diajak menikmati Wisata Air Danau Sarangan di Magetan, berangkat make mobil sahabat gw yang baru aja dibelinya. Indah tenan.....rek. Sejuk, asri, nyaman, elok, murah, dan sejuta pujian yang memuaskan pengunjung. Pulangnya mampir di kota Magetan yang tenang dan melanjutkan wisata belanja. Gw beli sepatu kulit tuk kantoran, asli karya anak bangsa buatan Magetan. Melanjutkan himbauan Pak Jusuf Kalla agar mencintai produk dalam negeri. Kualitas dan model gak kalah jauh ama prodak impor. Harga...jauh men ! Murah buangets ! Memang benar sih himbauan tersebut. Kita harusnya bangga dan percaya ama produk anak bangsa. Saat ini kita telah termakan dan terjebak oleh euforia globalisasi. Kiblat model semuanya memalingkan ke Barat. Gaya, jenis dan merk harus Barat. Harusnya produk dalam negeri bisa menjadi tuan di negeri sendiri, karena kepercayaan orang luar pada prodak kita juga rendah. Jadi bagaimana mau mengubah imej tersebut jika tidak dari kita penghuni negeri ini sendiri. Bukan masalah gengsi pada merk luar, tapi kehidupan itu sendiri memiliki nilai sosial yang sangat kuat. Produk dalam negeri yang menjadi sektor riil negeri ini hanya bisa bergerak jika prodak-prodaknya bisa berputar dalam dunia perdagangan. Pelaku sektor riil ini akan kebanyakan masyarakat kecil/pengarajin home industry. Sangat tidak masuk akal jika 230 juta pasang kaki di Indonesia membangkrutkan pengrajin sepatu karena tidak terbeli. Pokoknya mulai sekarang, gw akan berusaha gunakan prodak dalam negeri, semampuku ! He....eeee !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liburan kali ini tidak dihabiskan semua di Madiun. Saya juga mengunjungi teman-teman lainnya semasa pendidikan di Bogor. Mereka ada yang bertempat tinggal di Ponorogo dan Trenggalek. Sangat bahagia bisa bertemu mereka, apalagi kehadiran saya di sana juga bisa membantu mereka untuk bertemu teman-teman tetangga kabupaten yang belum sempat ketemu karena kesibukannya. Disinilah kita mengambil hikmah untuk bisa menjadikan setiap kehadiran diri kita disisi orang lain bisa bermanfaat dan memberi warna pada kehidupan itu sendiri. Sangat sulit untuk tidak kangen pada mereka, 4 tahun dalam asrama dan kelas yang sama, menjadikan persahabatan itu kental dengan persaudaraan. Syukur alahmdulillah, saya dikaruniai rezeki memiliki teman yang tidak sekedar teman tapi sahabat yang bisa jadi saudara. Dimana-mana, dihampi tiap kabupaten di Pulau Jawa bahkan seluruh Indonesia, saya punya teman di sana. Karunia yang sangat besar, tidak semua bisa menyerupai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur alhamdulillah, setelah 3 tahun kurang mereka bertugas kebali selepas pendidikan, banyak hal yang telah berubah dari diri mereka terutama dari kesejahtreraan keluarga. Ada yang baru aja kawin, ada yang udah bisa beli mobil, ada yang udah bisa ternak sapi limosin, ada yang dah merampungkan rumahnya, dan ada yang udah jadi pejabat, ada juga yang dah bersiap-siap. Aku sendiri... ? Inilah moment untuk belajar tidak cemburu atas keberhasilan orang lain, tapi ikut mensyukurinya. Yang paling penting adalaha bagaimana belajar atas usaha dan kerja keras mereka dengan meninggalkan keburukannya. Inilah yang menjadi ketakutan saya selama ini. Saya yang berada disekeliling teman-teman yang sudah bekerja, dan sebagiannya sudah menikmati keberhasilannya dapat menjadi sumber kecempburuan. Saya takut terjebak pada rasa iri dengki yang merupakan penyakit hati terbesar. Saya akan berusaha dengan segala kemampuanku dan menerima apa adanya atas apa yang menjadi hakku. Mudah-mudahan dengan ini saya tidak akan lupa dengan Allah Azzawajalla Tuhanku. Amin !!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir liburan ini diakhiri dengan perjalanan ke Kota Pahlawan, Surabaya. Oleh teman diajak jalan-jalan keliling kota Surabaya, menikmati suasana kota yang tenang, lengang di pagi hari. Menikmati santapan pagi denga sate kelapa di seputara Tugu Pahlawan, setelah melihat-lihat Tugu Pahlawan dan museumnya. Nikmatnyaaaaaa ! Liburan berikutnya kemana ya ? Ikuti episode selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-2779317151585410408?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/2779317151585410408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=2779317151585410408' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/2779317151585410408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/2779317151585410408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2009/04/jalan-jalan-di-jawa-tmur.html' title='JALAN-JALAN DI JAWA TMUR'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oF7uVTirq0Q/Sd78APoVPpI/AAAAAAAAAEs/k0fo4yB1Cxs/s72-c/AD-din+(34).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-1017511446981423953</id><published>2009-02-19T06:28:00.001-08:00</published><updated>2009-02-19T06:58:21.962-08:00</updated><title type='text'>PENGUMUMAN : FLASHDISK HILANG</title><content type='html'>Tadi sehabis pengajian, ada teman SMS. Katanya "Mas Din, kehilangan flashdisk gk, tadi ada flashdisk ketinggalan di jendela Masjid ?" dikiranya saya ini orang Jawa ya, padahal Muna Sulawesi tulen. He....., gk jg, mas kan panggilan hormat. Sy juga hormat ma dia. "Oh, tidak mas. Flashdisk sy masih ada" balas saya. Nantilah sy ke sana, ngecek isinya, bisa dilacak koq" tuk meyakinkan. Tadi sore sih emang Ashar di masjid, mungkin pikirnya punya saya. Pikir saya jg, teman sy ini gk ngerti penggunaan flashdisk n kalo namanya flash disk pasti dokumen penting isinya. Kasihan klo gk sampe kembali ke orangnya. Lagian, dah malam tapi belum jg datang ambil ke masjid. Makanya sy langsung ke sana dan mengambilnya. Trus langsung sy cek di komputer. Dam benar aja, isinya penting skali. Skripsi mahasiswa STITNA. Kasihan skali, kngan2 tinggal ini data dia n tdk ada backupnya di hardisl. Atw ada, tp ini yg sudah dikorksi. Jadi teringat waktu nyusun skripsi. Betapa stersnya kalo yg udah diketik trus hilang karena listrik jeglek, atw hardisk terbakar. Atw terserang virus. Kayaknya perjuangan selama ini pupus sudah. Tp terusa terang sy orang yg kuat waktu kuliah. Ha...he....ha... Harus yakin dong ! Demikian jg mahasiswa yg kehilangan flashdisk tadi. Malam ini kayaknya tidurnya gk nyenyak n terbayang hancurnya perjuangannya. Dosen yg udah mencak-mencak untuk segera menyelesaikan, duit yg dah habis tuk beli tinta printer. Otak yg dah mampet gk bisa mikir apa apa ! Insya Allah besok sy akan menelpon sekolahnya n menyampaikan kehilangan flashdisk ini. Karena sy udah mengantongi nama pemiliknya. Muda-mudahan usaha dia menyusun skripsi bisa lancar dengan IP yg 6,8 lah kalo bisa !&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-1017511446981423953?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/1017511446981423953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=1017511446981423953' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/1017511446981423953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/1017511446981423953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2009/02/pengumuman-flashdisk-hilang.html' title='PENGUMUMAN : FLASHDISK HILANG'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-6701046490112006439</id><published>2009-01-14T16:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T16:40:42.933-08:00</updated><title type='text'>APPENDIX I : WARGA PALESTINA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oF7uVTirq0Q/SW6F96C54TI/AAAAAAAAAEQ/vWwk3Aqxr94/s1600-h/aaron_palestine_062.preview1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oF7uVTirq0Q/SW6F96C54TI/AAAAAAAAAEQ/vWwk3Aqxr94/s200/aaron_palestine_062.preview1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291313910806864178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya para pakar, akademisi di dunia ini harus segera mengadakan konferensi untuk menetapkan jenis-jenis mahluk terancam punah, punah, dan hampir punah. Salah satu yang akan diusulkan sebagai mahluk terancam punah atau Appendix I tersebut yaitu Warga Palestina.  Perburuan liar dan pembataian dari orang-orang biadab yang tidak bertanggungjawab, mengakibatkan Warga Palestina menjadi semakin berkurang dan sulit dijumpai lagi di alamnya. Mereka diburu dimana saja, bahkan di tanah kelahirannya sendiri. Daerah sebarannya semakin sempit dan terus berkurang, tidak ada lagi tempat yang aman untuk berlindung bahkan di daerah milik PBB sendiri. Tidak ada lagi tempat untuk bergantung. Tidak kepada Liga Arab, tidak kepada Mesir, Libanon, atau Suriah, tidak kepada Amerika, tidak kepada Uni Eropa dan juga tidak kepada PBB. Semuanya telah mandul, takut, dan tak berguna. Hanya keyakinan akan janji Allah lah, Maha Pemberi Kemenangan bagi Palestina yang menguatkan hati mereka bahwa mereka “Warga Palestina” tidak akan pernah punah. Kemenangan dan kedamaian hanya tinggal masalah waktu dan ketetapan saja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah perumpamaan kondisi Jalur Gaza dari segi ilmu Kehutanan. Tidak ada kata yang pantas terucap ketika menyaksikan tayangan televisi terhadap kondisi di Jalur Gaza, kecuali biadap Israel, terkutuk Israel, pengecut Israel dan Kemenangan Palestina. Tiap menyaksikan kita harus mengurut dada melihat betapa kejamnya pemabantaian itu. Air mata ini telah terkuras habis menyaksikan anak-anak yang menagis ketakutan, darah yang tercecer dari mereka yang tidak berdosa. Ini buakan hanya masalah bahwa Warga Palestina adalah Muslim tapi ini sangat nampak jelas ada kejahatan kemanusiaan di sana. Siapaupun yang melihatnya, dari agama manapun, dari suku bangsa apapun, warna kulit manapun, pasti akan berpandangan sama bahwa ini adalah kejahatan kemanusiaan. Ada pembantaian manusia disana, ada kejahatan peradaban disana, yang tidak bisa dibenarkan dari sudut pandang apa pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sepantasnya kita semua harus membantu Waga Palestina menghindari kepunahan ini. Yang mampu dengan tenaganya dapat menjadi relawan paramedis atau bahkan menjadi Mujahidin. Yang mampu dengan hartanya dapat menyumbangkan ke lembaga-lembaga sosial sebagi bentuk fisabilillah, misalnya melalui lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue – Committee ke Palestina. Caranya dengan ketik MERC PEDULI kirim ke 7505 untuk memberikan donasi Rp. 5.000,-. Yang bisa dengan lisannya dapat dengan terus menyuarakan kecaman atas serangan pembantaian Israel ke Palestina melaui demonstrasi, tulisan, atau menyebarkan SMS. Yang bisa dengan hartanya juga dapat bisa dengan tidak membeli produk-produk yang ikut membantu mendanai perang tersebut. Boikot produk USA !!! Yang bisa dengan hatinya dapat membantu dengan memberikjan sebagian waktu kita untuk mendoakan warga Palestian agar bebas dari kekejaman Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK ADA HUKUM DARI NEGARA MANAPUN, DARI AGAMA MANAPUN  YANG MENGINJINKAN UNTUK MEMBANTAI MANUSIA. TAPI ITU TERJADI DI PALESTINA DAN PBB TIDAK BERDAYA !!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-6701046490112006439?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/6701046490112006439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=6701046490112006439' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/6701046490112006439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/6701046490112006439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2009/01/appendix-i-warga-palestina.html' title='APPENDIX I : WARGA PALESTINA'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oF7uVTirq0Q/SW6F96C54TI/AAAAAAAAAEQ/vWwk3Aqxr94/s72-c/aaron_palestine_062.preview1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-3861983342530209351</id><published>2008-12-30T17:51:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T18:01:03.766-08:00</updated><title type='text'>PEMUSNAHAN  BARANG BUKTI  KAYU TEMUAN, SITAAN DAN ATAU RAMPASAN YANG BERASAL DARI KAWASAN HUTAN LINDUNG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oF7uVTirq0Q/SVrRoPRjELI/AAAAAAAAAEA/IKxWGxxZkiY/s1600-h/Musnah+kayu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 104px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oF7uVTirq0Q/SVrRoPRjELI/AAAAAAAAAEA/IKxWGxxZkiY/s200/Musnah+kayu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285767601897803954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Panas api yang membara disertai letupan-letupan kecil dari dalam tumpukan kayu yang menyala terus saja berkobar. Sesekali terdengar suara orang yang berteriak, tertawa dan mengerang karena kepanasan. Lapangan yang tadinya berhawa sejuk, tiba-tiba menjadi arena lidah-lidah api yang saling menjilat dan terkadang menghampiri siapa saja yang berada di sekitarnya. Tumpukan kayu yang jumlahanya 300 meter kubik, akhirnya musnah dalam waktu ± 10 jam. Demikianlah suasana gambaran acara Pemusnahan  Barang Bukti  Kayu Temuan, Sitaan Dan Atau Rampasan Yang Berasal Dari Kawasan Hutan Lindung Di Kabupaten Jembrana Tahun 2008 yang diselenggarakan pada Hari Rabu, 10 Desember 2008. Menutup akhir Tahun 2008, Pemerintahan Kabupaten Jembrana mengambil sikap tegas dan penuh kontroversial berupa pemusnahan barang bukti kayu dengan cara di bakar menjadi abu. Kegiatan ini merupakan amanat yang disampaikan dalam Peraturan Menteri Kehutanan No. P.48/Menhut-II/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelelangan Hasil Hutan Kayu Temuan, Sitaan dan Rampasan yang merupakan penjabaran Undang-Undang Nomor 41 tentang Kehutanan. Dukungan dari berbagai lembaga pemerintah antara lain Kepolisian, Pengadilan, Kejaksaan dan Departemen Kehutanan semakin memantapkan langkah Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam melaksanakan kegiatan yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan publik Jembrana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Pemusnahan  Barang Bukti  Kayu Temuan, Sitaan Dan Atau Rampasan Yang Berasal Dari Kawasan Hutan Lindung dan Konservasi sepanjang yang saya amati dari berbagai sumber informasi dan media baru dilaksanakan 3 kali. Yaitu di Riau, Kalimantan dan Jembrana, Bali. Namun bedanya jika dikedua daerah tersebut yakni Rau dan Kalimantan, Barang Bukti kayu yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan petugas Kehutanan sendiri dengan cara di potong-potong, maka di Jembrana merupakan kasus-kasus baik yang ditangani oleh Kehutanan maupun Kepolisian yang berasal dari Kawasan Hutan Lindung yang telah diputus pengadilan maupun berupa kayu temuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal ini dilakukan, apa yang mendasarinya, bagaimana dampaknya, ataukah Anda ingin melakukannya juga. Semuanya dapat Anda simak di tulisan ini !&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kata yang sering terucap dari kegiatan Pemusnahan  Barang Bukti  Kayu Temuan, Sitaan Dan Atau Rampasan Yang Berasal Dari Kawasan Hutan Lindung selain kata kontroversial. ”Koq dibakar sih, kan kasihan”gerutu sebagian masyarakat. Lainnya yang lebih kritis ”Kan sayang dibakar, mubazir namanya. Coba kalo dipake bangun rumah orang tidak mampu kan lebih berguna”. Padahal sebagin pegawai Kehutanan sendiri kesulitan kayu untuk mebangun rumah, termasuk penulis.  ”Ada apa dibalik ini semua, pasti ada unsur politisnya” guman seseorang dari aliran politik. Demikianlah gambaran kontroversial dari kegiatan tersebut di atas. Namun apapun komentarnya, sebagi pegawai Republik yang diserahi mandat dan perintah tersebut haruslah melaksanakannya. Karena...... ”Itulah Indonesia” seperti kata lagu Nasional Indonesia Tanah Airku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai insan teknis Rimbawan, kita akhirnya harus menyampaikan bahwa hal ini dalam rangka penegakan Hukum di bidang Kehutanan. Dimana perilaku Illegal Logging telah menjadi isu nasional yang yang mengganggu ekonomi bangsa, integritas, kedaulatan dan ekosistem dunia. Belakangan ini Kapolri menyampaikan bahwa kegiatan Lelang Kayu menjadi ajang legalitas kayu illegal, semacam Money Laundring. Diindikasikan banyak pelaku illegal loging (tapi lebih cocok dinamai saja maling kayu) menjadikan ajang lelang kayu temuan, sitaan dan atau rampasan menjadi cara untuk mendapatkan kembali kayunya sehinga berstatus legal. Jika ditinjau dari segi perdagangan kayu internasional, perdagangan kayu yang berasal dari Hutan Lindung bisa menjadi percobaan bunuh diri bagi ekonomi kita. Kebijakan Ekolabeling yang mensyaratkan kayu perdagangan hanya boleh berasal dari pengelolaan Hutan Lestari. Jika sampai kayu-kayu dari Hutan Lindung dan Konservasi ini memeproleg legalitas melalui proses lelang dan kayunya sampai ke luar negeri, lalu kemudian kayu tersebut ditelusuri asal-usulnya, maka Indonesia akan mendapatkan cap sebagai negara perusak Hutan. Imbasnya, embargo ekonomi, sangksi perdagangan, dikucilkan dunia internasional semakin dekat dengan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kegiatan Pemusnahan  Barang Bukti  Kayu Temuan, Sitaan Dan Atau Rampasan Yang Berasal Dari Kawasan Hutan Lindung akan terus menjadi kontroversial berdasarkan kepentingan dan cara pandang seseorang. Tidak ada kebijakan pemerintah yang kebenarannya bersifat mutlak, semuanya menjadi relatif jika telah dikometari berbagai pihak. Yang jelas sebagai pegawai Republik, kita menjalankan mandat dan perintah yang pertimbangan teknis, sosisal, budaya dan ekonomi telah diperhitungkan dengan matang oleh pemerintah.&lt;br /&gt;Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan kegiatan Operasi Tim Penanggulangan Gangguan Keamanan Hutan (PGKH) Bali Barat Kabupaten Jembrana selama kurun waktu Tahun 2005 - 2007, Tim  telah mengamankan berbagai Barang Bukti Hasil Hutan kayu, khususnya Barang Bukti Kayu Temuan, Sitaan dan Kayu Rampasan yang berasal dari areal Kawasan Hutan Lindung  dan juga Barang Barang lain yang digunakan sebagai sarana Pengangkutan Kayu Illegal di wilayah Kabupaten Jembrana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.48/Menhut-II/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelelangan Hasil Hutan Kayu Temuan, Sitaan dan Rampasan pada Pasal yang mengatur Obyek Lelang, ditetapkan bahwasanya Obyek Lelang berupa Hasil Hutan Kayu Temuan dan Sitaan dan atau Rampasan  yang  tidak dapat dilelang, antara lain Hasil Hutan Kayu yang berasal dari Hutan Lindung ( Pasal 3 , ayat (2)  Peraturan Menteri Kehutanan ). Dengan demikian Hasil Hutan Kayu Temuan dan Rampasan yang berasal dari Kawasan Hutan Lindung Kabupaten Jembrana, TIDAK DAPAT DILELANG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan Keamanan Penyimpanan Hasil Hutan Kayu Barang Temuan dan Sitaan, Menurunnya Kualitas Kayu serta   pertimbangan Biaya Pemeliharaan juga Tempat Penyimpanan Kayu yang memerlukan Ruang cukup luas (Over Capacity) sangat  mengganggu aktifitas Kantor RPH Tegal Cangkring yang sementara ini merangkap sebagai Tempat Penimbunan Kayu ( TPK ) Jembrana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pertimbangan secara Fisik, bahwasanya sebagian besar Kayu Hasil Operasi Pengamanan Hutan Jembrana, masih memiliki Nilai Manfaat yang dapat digunakan sebagai Bahan Baku Kayu Pertukangan, maka  dalam usaha membantu masyarakat Dunia Usaha  di Jembrana. Rencana Kayu Kayu dimaksud Pemerintah Kabupaten Jembrana berinisiatif memanfaatkan Kayu Kayu tersebut   untuk membantu Bahan Baku Industri bagi Pengusaha Kategori Usaha Kecil Menengah, Para  Pengrajin Kayu dan Pengolahan Kayu di Jembrana, tetapi tidak diijinkan Departemen Kehutanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Departemen Kehutanan dalam hal ini melalui Direktur Penyidikan dan Perlindungan Hutan telah menyatakan bahwa Hasil Hutan Kayu Temuan dan Sitaan Hasil Operasi Pengamanan Hutan yang berasal dari dalam Kawasan Hutan Lindung, tidak diperkenankan dilelang, tetapi dimusnahkan, sehingga   pelaksanaan Pemusnahan  Hasil Hutan Kayu temuan dan atau Rampasan yang berasal dari Hutan  Lindung dapat segera dipertimbangkan untuk dilaksanakan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan hal tersebut diatas, sekali lagi Pemkab Jembrana menyampaikan Permohonan Ijin Persetujuan  kepada Menteri Kehutanan untuk  berkenan memberikan Ijin Pemanfaatan Hasil Hutan kayu Temuan dan Sitaan yang berasal dari Kawasan Hutan Lindung Hasil Operasi Tim PGKH Bali Barat Kabupaten Jembrana tersebut, untuk dapat dimanfaatkan antara lain bagi Kegiatan kepentingan Sosial   secara berdaya guna dan berhasil guna, melalui Program Bedah Rumah bagi Masyarakat  KK Miskin yang di selenggarakan di Kabupaten Jembrana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara resmi Permohonan Bupati Jembrana telah di tanggapi  oleh Menteri Kehutanan melalui Surat Direktur Penyidikan dan Perlindungan Hutan No. S.411/IV/PPH-2/2007 tanggal 18 Oktober 2007, dinyatakan bahwa agar Barang Bukti Kayu Temuan Hasil Kegiatan Operasi Tim Penanggulangan Gangguan Keamanan Hutan Bali Barat Kabupaten Jembrana periode th. 2005-2007 yang berasal dari Kawasan Hutan Lindung, TIDAK DILELANG , tetapi  DIMUSNAHKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat Pihak Departemen Kehutanan dalam hal ini melalui Direktur Penyidikan dan Perlindungan Hutan telah menyatakan bahwa Hasil Hutan Kayu Temuan dan Sitaan Hasil Operasi Pengamanan Hutan yang berasal dari dalam Kawasan Hutan Lindung, tidak diperkenankan dilelang, dimanfaatkan, tetapi dimusnahkan,  maka  pelaksanaan Pemusnahan  Hasil Hutan Kayu temuan berasal dari Hutan  Lindung di Kabupaten Jembrana dapat segera dilaksanakan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-3861983342530209351?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/3861983342530209351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=3861983342530209351' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/3861983342530209351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/3861983342530209351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2008/12/pemusnahan-barang-bukti-kayu-temuan.html' title='PEMUSNAHAN  BARANG BUKTI  KAYU TEMUAN, SITAAN DAN ATAU RAMPASAN YANG BERASAL DARI KAWASAN HUTAN LINDUNG'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oF7uVTirq0Q/SVrRoPRjELI/AAAAAAAAAEA/IKxWGxxZkiY/s72-c/Musnah+kayu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-2784789982813568871</id><published>2008-07-28T18:46:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T19:39:53.377-07:00</updated><title type='text'>JIMBAR WANA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/SI6CO7Md8HI/AAAAAAAAAC4/TxwHNTNeH18/s1600-h/Jembrana+kecil.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/SI6CO7Md8HI/AAAAAAAAAC4/TxwHNTNeH18/s200/Jembrana+kecil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228259410343489650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JIMBARWANA&lt;br /&gt;Luas, rimbun, sejuk, damai; Raksasa hijau pulau Dewata; Terbentang dari Timur ke Barat; Selimuti bukit &amp; gunung; Mengepung Bumi Makepung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIMBAR  WANA&lt;br /&gt;Roh dan napas tanah ini; Jantung &amp; jasad negeri ini; Darimu terpancar kehidupan; Darimu kugantungkan masa depanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIMBAR   WANA&lt;br /&gt;Bentengku; Payungku; Pelindungku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                         AD-din&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Puisi ini dibuat Tahun 2001 sebagai curahan rasa tanggungjawab dan harapan atas Hutan tempat saya bertugas di Kab. Jembrana yang bersal dari kata Jimbar dan Wana yang artinya Hutan Yang Luas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-2784789982813568871?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/2784789982813568871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=2784789982813568871' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/2784789982813568871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/2784789982813568871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2008/07/jimbar-wana.html' title='JIMBAR WANA'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/SI6CO7Md8HI/AAAAAAAAAC4/TxwHNTNeH18/s72-c/Jembrana+kecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-2909045589080872961</id><published>2008-07-28T18:29:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T20:11:27.770-07:00</updated><title type='text'>Laba - Laba Hitam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/SI6J2SGmPbI/AAAAAAAAADA/OQK2MIhRQFk/s1600-h/AD-din+yoi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/SI6J2SGmPbI/AAAAAAAAADA/OQK2MIhRQFk/s200/AD-din+yoi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228267783089175986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Puisi ini saya buat sebagai puisi pengiring dalam gelaran Teater LABA-LABA HITAM pada Acara Penutupan Temu Akrab 2005 di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor di Kampus Cikaret, Bogor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saban hari, disenja temaram; Ditengah keramaian yang sepi; Hanya terdengar detak jantung dan aliran darah yang mengalir; Semua mata melotot pada sebuah waktu yang asing &lt;br /&gt;Seluruh bibir terkatup oleh pandangan yang awas; Melintas dalam setiap benak insan yang waras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu ? Mengapa begitu ? Mengapa begini ? Bagaimana ! Siapa dia ? Kapan dia hadir ?&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan terbebani pada satu obyek; Banyak jawaban keluar pada satu masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haaa…….!!!!!!&lt;br /&gt;Emosi meledak dalam ruang gelap; Menggema menembus dinding-dinding kokoh, membawa nafsu amarah yang kosong; Apa canda gelap disunyi kehampaan ini; Gejolak birahi singgah nan jauh tak bertujuan; Apa alasan diri salahkan jasad tak berdosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haaa……!!!!&lt;br /&gt;Berujar sederhana penuh makna; Mencari persinggahan tempat mengadu; Memecah kebekuan waktu yang diam; Membawa misteri untuk dijawab; Tragedi jiwa meracuni bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haaa……!!!!!!&lt;br /&gt;Kata itu masalah untuk dijawab; Kata itu jawaban untuk masalah; Terangkum dalam bait-bait pembuka hati; Gambaran jiwa yang gundah; Lukisan impian yang hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di sudut ruangan mengintip sepasang mata tajam; Menangkap setiap masalah yang hadir &lt;br /&gt;Bergerak turun pada gerak yang kaku; Menjaring butir-butir kenangan yang melayang&lt;br /&gt;Dongeng indah hanyalah impian; Kenyataan yang sirna di balik nafsu; Dalam Istana Laba – Laba Hitam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AD-din&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-2909045589080872961?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/2909045589080872961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=2909045589080872961' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/2909045589080872961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/2909045589080872961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2008/07/laba-laba-hitam.html' title='Laba - Laba Hitam'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/SI6J2SGmPbI/AAAAAAAAADA/OQK2MIhRQFk/s72-c/AD-din+yoi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-7435694795149571664</id><published>2008-07-02T00:04:00.001-07:00</published><updated>2008-07-02T00:57:38.776-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/SGs04ak_CHI/AAAAAAAAACo/al4H_YXU3Jo/s1600-h/anak.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/SGs04ak_CHI/AAAAAAAAACo/al4H_YXU3Jo/s200/anak.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218322737050617970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum warahmatullahi wabrakaatuh !&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang pulang dari rumah teman menggunakan kendaraan roda 2 melintas di depan rumah seseorang. Rumah tersebut berada dalam kompleks perumahan dimna banyak anak yang bermain, lalu lalang, sehingga bagi setiap pengendara diharapkan membawa kendaraan pake perasaan. Biar gak ada yang keinjak githu ! Waktu itu saya boncengan ama teman dan ketika kami lewat dengan pake perasaan tadi, tiba-tiba melintas seorang anak kecil di depan kami memotong laju kendaraan dan di situ ada ibunya. Betapa ibunya kaget dan marah pada anaknya. Kemudian anaknya di kata-katai dengan makian dan suara keras. "Goblok kamu ! " kata ibunya. "Setaaaan !" tambahnya tidak puas. Sementara kami tidak kena semprot si ibu. Takut kali ya !&lt;br /&gt;Anak tersebut tampak terdiam dengan wajah yang sedih banget. Tidak ada rona kecerian lagi yang ditunjukkan dari seorang anak yang lucu. Saya yang melihatnya juga bisa merasakan tekanan pada diri anak tersebut. Kasihaaaan banget liatnya ! Padahal sebenarnya tidak begitu berbahaya banget juga sih bagi anaknya, karena jarak motor dan dia gak dekat-dekat amat. Mungkin itu hanya ekspresi yang berlebihan dari kasih sayang seorang ibu!&lt;br /&gt;Dari kejadian di atas ada beberapa hal yang menjadi perhatian saya yang kemudian saya diskusikan dengan teman tadi. Pertama; Kalo anaknya dikatai goblok berarti ibunya tidak berhasil dalam mendidik anaknya sehingga masih tetap aja goblok. Sang ibu telah memprmalukan dirinya sendiri di depan orang lain. Kedua; kalo anaknya di katai Setan berarti ibunya Iblis dong ! Anak koq dikatai setan, apa ibu tersebut tidak menyadari kalo itu darah dagingnya yang berasal dari manusia. Sekali lagi sang Ibu telah mempermalukan dirinya di hadapan orang lain ! Ketiga; reaksi mendidik anak yang berlebihan. Mungkin akan lebih bijak jika sang ibu berkata lemah lembut terhadap anaknya, apapun apa yang terjadi atau apa yang dilakukan sang anak ! Bisa jadi si anak akan lebih mudah menerima teguran tersebut tanpa harus ada rasa dongkol. Biasanya kejadian yang terjadi pada masa lalu akan mudah muncul kembali di memori si anak ketika dewasa. Bisa jadi kejadian tersebut menjadikan si anak menjadi dendam sama ibunya, menjadi orang yang penakut, menjadi orang yang minder. Akhirnya masa depan si anak menjadi terganggu. Mudah-mudahan pandangan ini tidak terlalu berlebihan. Saya masih teringat ketika kecil, dimana didikan orang tua yang keras dan terkesan kolot. Bukan menyalahkan ya ! Walaupun akhirnya orang tua menyadari itu dan merubah pola didikannya. Didikan yang keras juga ada bagusnya ketika si anak mampu berpikir logis dan dewasa dan tidak terbawa beban atas pola didikan tersebut tapi bisa mengambil hikmah dari didikan tersebut. kalo tidak, bahayyya !&lt;br /&gt;Keempat; kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Mungkin saja kata-katanya tidak pantas, tapi bagaimanapun itu hanya reaksi atas kasih sayang yang besar terhadap anaknya. Kata-kata itu itu dimaknai agar si anak lebih berhati-hati dalam berjalan, jangan sampai celaka. Si Ibu sangat takut kehiangan buah hatinya yang telah dikandungnya selam sembilan bulan dan harus terancam terluka atau kejadian buruk terbesar. Cuman saja kan si anak belum ngerti itu.&lt;br /&gt;Kesimpulannya, bagamanapun pola didikan terhadap si anak sebaiknya bisa menyesuaikan dengan kemampuan pola penerimaan dan berpikir anak. Saya tidk pengalaman menjadi orang tua tapi banyak makan asam garam menjadi anak !&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-7435694795149571664?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/7435694795149571664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=7435694795149571664' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/7435694795149571664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/7435694795149571664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2008/07/assalamualaikum-warahmatullahi.html' title=''/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/SGs04ak_CHI/AAAAAAAAACo/al4H_YXU3Jo/s72-c/anak.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-8511614779604211387</id><published>2008-06-17T22:35:00.000-07:00</published><updated>2008-06-21T01:47:37.809-07:00</updated><title type='text'>Diriku Yang Hilang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/SFzAHK2DKJI/AAAAAAAAACY/r0Y1wPiK4Is/s1600-h/jilbabk.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/SFzAHK2DKJI/AAAAAAAAACY/r0Y1wPiK4Is/s200/jilbabk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214253697990862994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemana Kau pergi diriku&lt;br /&gt;Tinggalkan daku dalam kesendirian&lt;br /&gt;Hilang membawa cinta &amp; hidupku&lt;br /&gt;Sirna dalam tabir kegelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halus paras kasih cintaku&lt;br /&gt;Rusukku putih dirimu suci&lt;br /&gt;Tinggal dibelahan bumi luas tak bertepi&lt;br /&gt;Dalam rimba gelap tak berujung&lt;br /&gt;Sembunyi mencari diriku&lt;br /&gt;Hadirlah dikau dihadapanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya tiba kita menyatu&lt;br /&gt;Membawa hidup ini sampai akhir jaman&lt;br /&gt;Menjawab masalah dunia dalam kebenaran yang abadi&lt;br /&gt;Satukan dirimu dan diriku&lt;br /&gt;Adakah dirimu adalah diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-8511614779604211387?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/8511614779604211387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=8511614779604211387' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/8511614779604211387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/8511614779604211387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2008/06/diriku-yang-hilang_17.html' title='Diriku Yang Hilang'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/SFzAHK2DKJI/AAAAAAAAACY/r0Y1wPiK4Is/s72-c/jilbabk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-6726635382050387097</id><published>2008-06-15T00:14:00.000-07:00</published><updated>2008-06-15T00:36:14.976-07:00</updated><title type='text'>Merasa Bete ? Hidup Untuk Ibadah !</title><content type='html'>Hari ini benar-benar bete. Harusnya hari Minggu liburan, malah harus masuk kantor. Gak diminta bos sih, tapi utang n beban kerjaan menjadikan harus diselesaikan di kantor. Bayangkan aja, dari kemarin pasa hari Sabtu juga, gw seharian di kantor, sendiri lagi. Malam sebelumnya, tepatnya malam Sabtu, gw ikut operasi ke Hutan. Syukur juga, sukses ! Dapat nangkap kayu Jati 10 gelondong, ama cikarnya (gerobak). Malingnya sendiri ngacir entah kemana ? Namanya juga maling kayu, begitu liat petugas, larilah dia ! Tap untuk yang patroli ke hutan itu, terus terang gak membebani gw, karena gw yang minta biar bisa ikut. Itung-itung refreshing ama beban kerjaan di kantor. Dah lam gk keluar masuk hutan, apalagi pas malam hari. Memang hidup di alam bersama alam itu mempunyai kenikmatan tersendiri. Hutanku rumahku, taka akan kubiarkan orang-orang merusakmu.&lt;br /&gt;Lanjut ke persolan sibuk-sibuk tadi ! Apa sok sibuk ya ! Mudah-mudahan gak lah ! Ada sisi tanggungjawabnya sih walaupun harus membebani. Emang nih harus lebih banyak intropeksi dan memperdalam iman biar kerjanya benar-benar ikhlas hanya karena ridho dari Allah. Kan Hidup untuk ibadah. Alahamdulillah ya Allah, Engkau mulai membuka pikiranku saat ini. Skali lagi kan Hidup Untuk Ibadah.&lt;br /&gt;Hari ini tuh gw lagi mempersiapkan 3 buah tugas yang sama-sama urgent banget. Yang pertama yaitu persipan lomba Polisi Kehutanan to teman gw yang Polhut biar menang tingkat Propinsi Bali, targetnya sih sampai Nasional. Terus kedua persipan lomba Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kehutanan tuk teman gw jg biar menang di tingkat Nasional karena di tingkat propinsi sudah gk ada lawannya. Semuanya dah harus siap besok, karena Hari Senin akan ada penilaian dari Tim. Dah siap sih 85 % tinggal melengkapi lagi, cuman karena dah mumet jadi seakan-akan pikiran itu mandeg. Skarang lagi membuatka buku Petunjuk Teknis Perlindungan dan Pengamanan Hutan. Trus yang ketiga ini bahan yang akan dipakai hari Selasa, tapi karena punya Bos, jadi harus segera beres. Diminta mempersipakan makalah dan Powerpoint tentang Pengelolaan Hutan Lindung di Kabupaten Jembrana, Bali. Sebenarnya menantang dan saya senang hal yang penuh tantangan seperti ini, tapi mungkin karena pekerjaan yang dah numpuk, jadi manusiawi kan kalo rada-rada mumet githu. Tapi kembali lagi Hidup Untuk Ibadah !&lt;br /&gt;Okelah itu hanya secuil permasalahan dari sekian ribu permasalahan hidup di dunia ini. Bukan untuk dihindari tapi untuk dihadapi, dinikmati, diselesaikan dan setelah itu serahkan semuanya kepada Allah SWT. Betapa indahnya hidup ini kalo semuanya dikembalikan kepada Allah dan betapa bahagianya hidup ini kalo bisa mencintai Allah. Amin !&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-6726635382050387097?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/6726635382050387097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=6726635382050387097' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/6726635382050387097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/6726635382050387097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2008/06/hari-ini-benar-benar-bete.html' title='Merasa Bete ? Hidup Untuk Ibadah !'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-3146067578617483279</id><published>2008-02-20T06:14:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T06:50:02.127-08:00</updated><title type='text'>Raja Rhizopora Membangun Benteng Alami (Hutan Mangrove)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/R7w6TfkvgHI/AAAAAAAAABE/tgRJa4e2Rbw/s1600-h/Copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/R7w6TfkvgHI/AAAAAAAAABE/tgRJa4e2Rbw/s200/Copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169070578882019442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Melanjutkan kisah sebelumnya berjudul &lt;a href="http://hamiudin.blogspot.com/2007/06/dongeng-kerajaan-mangrove-raja.html/"&gt;Kerajaan Mangrove dan Raja Rhizopora&lt;/a&gt;  kembali kita simak bagaimana Raja Rhizopora membangun Hutan Mangrove yang menjadi benteng alaminya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, semenjak ancaman serangan dari negeri tetangga yang diakibatkan oleh lemahnya sistem pertahanan Kerajaan Mangrove, Raja Rhizopora semakin yakin pada kekuatan benteng alaminya berupa Hutan Bakau yang luas, hijau,dan rimbun. Hampir setiap hari beliau mengunjungi benteng Hijaunya hanya sekedar untuk memeriksanya. “ Hmmm….. saya harus terus menjaga Hutan Bakau ini ! “ gumannya. “ hutan ini telah menyelamatkan masa depan rakyatku “ guman Sang Raja. Tentu saja Baginda Raja Rhizopora begitu cinta pada Hutan Bakaunya karena Hutan tersebut ditanam atas perintah Sang Dewata Agung yang wajib dijaga. Jika beliau melanggar perintahnya maka bencana yang lebih besar akan menghancurkan Kerajaan Mangrove. Tapi, ternyata Sang Raja belum tenang juga, padahal dengan Benteng Hutan Bakaunya musuh dipastikan tidak akan berani menyerang. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disuatu malam yang hening. &lt;br /&gt;“ Adinda permaisuriku… !!! “ sapa Sang Raja dengan suara lembut. &lt;br /&gt;“ Iya Kanda !!! “ Ada apakah gerangan yang menggangu pikiran Kakanda. Dari tadi Kakanda Raja terlihat galau ! “. Rupanya Permaisuri Raja bisa merasakan kegelisahan Paduka Raja. “ Bagilah kegalauan kanda pada Adinda !! Adinda juga merasa sedih jika melihat Paduka seperti ini ! “&lt;br /&gt;“ Adinda ….. !!!” kata Raja terhenti. Rupanya beliau sedang berpikir keras sampai-sampai tidak bisa melanjutkan perkataannya. &lt;br /&gt;“ Ada apa Kanda, bicaralah…bicaralah !!! “ kata permaisuri Soneratia dengan suara serak penuh tanya. “ Jangan biarkan diri Kanda berada dalam kegalauan, rakyat sangat membutuhkan Raja yang selalu gembira penuh semangat “ ungkapnya meyakinkan Raja Rhizopora. &lt;br /&gt;“ Itulah Dinda, Kanda tidak bisa membiarkan Hutan Bakau yang telah menyelamatkan kita jadi rusak oleh siapapun bahkan rakyat kita. Bukankah dari dulu kayu, akar dan semua yang ada di hutan Bakau itu disenangi oleh sipa pun ? Bukankah dulu sebagian rakyat kita pernah menjadi kaya raya dengan cara merusak Hutan Bakau, walaupun kekayaan mereka hanya sesaat ? Bukankah hutan Bakau yang ditanam oleh Kerajaan ini tumbuh subur, hijau, membentang sepanjang pantai Kerajaan, membentuk benteng kokoh, telah menyelamatkan rakyat kita. Lalu ……. Sekarang ada yang akan merusaknya !!! “ geram sang Raja berapi api. “ Saya, Raja Rhizopora tidak bisa membiarkan ini terjadi. Saya akan menjadi pelindung Hutan Bakau, bentengku demi rakyat Kerajaan Mangrove !!!”. Saking semangat dan penuh amarah, gelas kaca ditangannya menjadi pecah dan melukai tangannya. &lt;br /&gt;“ Paduka…..Paduka…….!!! Kenapa seperti ini….?” Permaisuri Soneratia menjadi panik dan menangis. “ Sudahlah….. tidak apa-apa !!! “ Dibanding nanti seluruh rakyatku yang terluka dan darahnya membasahi tanah Kerajaan Mangrove !!! “ Lalu Sang Permaisuri membalut luka Sang Raja dengan kain dan tidak meneteskan darah lagi. &lt;br /&gt;“Permaisuriku yang cantik…..!!!” kata Sang Raja penuh kasih sayang. “ Bagaimana menurutmu ?” tanya Raja. &lt;br /&gt;“ Tentang apa Kanda ?” selidik Ratu Sonertia.&lt;br /&gt;“Tentang Hutan Bakau agar tidak pernah ada yang merusaknya ! Adinda biasanya mempunyai pemikiran dan ide yang cemerlang. Bukankah penanaman kembali Hutan Bakau atas saran Adinda ?” puji Sang Raja. &lt;br /&gt;“ Ah.. Kakanda Raja terlalu memuji !!!” kata Ratu Soneratia tersipu malu. Kemudian Ratu terdiam sejenak. “Kanda…..!!!” sapa Ratu Soneratia. “Adinda minta maaf tidak bisa memberi saransekarang, biarkanlah Adinda dan juga Kanda berpikir tenang, mudah-mudahan Dewata Agung memberikan petunjuknya “. Ujar Ratu Soneratia meyakinkan.” &lt;br /&gt;“Baiklah Ratuku ! Mudah-mudahan Dewata Agung mendengar kegelisahan hati kita dan segera meberikan petunjuknya sebelum Hutan Bakau tersebut menjadi rusak “.&lt;br /&gt;Setelah 3 hari 3 malam mereka berpikir dan berdoa, dusuatu pagi yang cerah… &lt;br /&gt;“ Kanda… Kanda !!!” panggil Sang Ratu dengan wajah berbinar. &lt;br /&gt;“ Ada apa Ratuku, kayaknya Adinda begitu ceia pagi ini. Apakah kita akan memiliki anak lagi ?” sapa Sang Raja setengah curiga. &lt;br /&gt;“Ah.. Kanda !!!” mencubit Sang Raja. “ Kayaknya Adinda sudah menemukan jawabannya, tapi akhirnya terserah Paduka Mulia yang memutuskan. &lt;br /&gt;“Apa itu, cepat katakan!!!” paduka penuh harap.&lt;br /&gt;“Paduka….Hutan Bakau yang ada di sepanjang pantai Kerajaan Mangrove ini, yang menjadi benteng bagi kita, kan juga bagian dari Kerajaan ini”. Ungkapnya. &lt;br /&gt;“Iya benar itu, pasti !”ujar Raja memastikan. “Memangnya ada apa?” Raja penuh tanya. &lt;br /&gt;“Kenapa kita tidak ganti saja Hutan Bakau itu dengan nama Hutan Mangrove seperti nama Kerajaan ini. Dengan demikian rakyat atau siapa pun tidak akan berani mengganggu Hutan Bakau tersebut karena sama saja merusak Kerajaan Mangrove. Tapi Paduka, ini hanya saran hamba, sebaiknya juga Paduka meminta saran ke pembesar-pembesar istana terutama Adipati Avicenia”.&lt;br /&gt;“Hmmmmm…… saran Adinda menarik juga!” ujar Raja Rhizopora sambil terus berpikir. &lt;br /&gt;“Pengawal….!!!”panggil Sang Raja.&lt;br /&gt;“Hamba Paduka !” pegawal langsung bergegas.&lt;br /&gt;“Segera panggilkan Panglima Adipati Avicenia kesini !” perintah Raja.&lt;br /&gt;“Titah Paduka segera dilaksanakan !” kata pengawal sambil berlalu.&lt;br /&gt;Kemudian beberapa saat kemudian datanglah Adipati Avicenia yang berjalan dengan tegap dan gagah.&lt;br /&gt;“Hormat hamba Paduka ! Ada apakah Paduka memanggil hamba ?” ujar Adpati penuh hormat.&lt;br /&gt;“Begini…..!” lalu Raja Rhizopora menjelaskan permasalahannya dan saran yang disampaikan Ratu Soneratia.&lt;br /&gt;“Bagus paduka, saya setuju saran Paduka Raja. Karena Hutan Mangrove itu menjadi milik Kerajaan maka sebaiknya kerajaanmemberi memberi tanda batas di Hutan Mangrove kita sehingga rakyat kita dan penduduk Kerajaan seberang tidak ada yang beranimemasuki dan merusak benteng pertahanan kita !” kata Adipati Avicenia menambahkan.&lt;br /&gt;“Ya… ya …. Ya…!” guman Sang Raja sambil berpikir.&lt;br /&gt;“Paduka !” ujar adipati.&lt;br /&gt;“Ada apa ? Apakah Adipati punya saran lain ?” tanya Raja.&lt;br /&gt;“ Hamba juga menyarankan agar pohon-pohonan yang ada di Hutan Mangrove kita diganti dengan nama Paduk Raja dan Ratu. Karena dengan merusak pohon-pohon tersebut berarti merusak diri padukaRaja dan Ratu” Adipati Avicenia menjelaskan.&lt;br /&gt;“Usul menarik ! Bukan hanya saya dan Ratuku, tapi nama Adipati Avicenia sebagai Panglimaku yang gagah berani harus diabadikan juga. Dan …… !” Sang Raja terhenti.&lt;br /&gt;“Ada apa baginda ?” tanya Ratu.&lt;br /&gt;“Anak kita satu-satunya ! Pangeran Bruguera ! Dia menjadi inspirasi bagiku untuk membangun Kerajan ini dan waktu mempertahankannya dari serangan musuh” kata Raja menerawang ke awang-awang.&lt;br /&gt;Disuatu masa nanti, setiap orang yang berjasa besar pada Kerjaan, namanya diabadikan sebagai nama pohon di Hutan Mangrove seperti Terminalia Catapa, Cocos, Baringtonia, Ceriops, Casuarina. Nama-nama itu adalah para pembesar dan pahlawan Kerajaan Mangrove.&lt;br /&gt;“Baiklah…! Kalau begitu kumpulkan seluruh pembesar Kerajaan untuk menyampaikan rencana ini. Bagaimanapun kita harus mendengarkan pendapat mereka !” kata Sang Raja memerintahkan.&lt;br /&gt;Akhirnya dengan suara bulat dalam sidang resmi Kerajaan, seluruh hadirin menerima semua yang disampaikan Sang Raja dan rakyat harus mentaatinya. Akhirnya rakyat Kerajaan Mangrove pun telah menjadikan Hutan Mangrove sebagai Hutan larangan sehingga Hutan Mangrove tetap lestari. Tapi Raja Rhizopora sadar, bahwa Hutan Mangrove pasti bisa memberikan dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Maka dari itu, sang Raja juga memberi kesempatan rakyatnya untuk memungut hasil bumi di Hutan Mangrove. Rakyat diperbolehkan mencari kayu bakar, menangkap ikan, mengambil daun mangrove untuk pakan ternak, membuat penyamak kulit dari kulit bakau. Bahkan buahnya dijadikan sumber makanan dan manisan, dan ternyata bisa juga dijadkan obat tradisionalyang mujarab. Tapi tentunya Kerajaan membatasi jumlahnya agar Hutan Mangrove tetap lestari.&lt;br /&gt;Raja Rhizopora juga dikenal sebagai penguasa yang adil dan bijaksana. Semua rakyatnya diberi kesempatan untuk memungut hasil bumi di Hutan Mangrove tanpa ada yang lebih atau kurang. Akhirnya kesejahteraan rakyat dari hutan Mangrove bisa terpenuhi. Hasil perikanan yang terus meningkat dan tentunya kemanan Kerajaan yang terus terjaga menjadi Kerjaan Mangrove sebagai Kerajaan yang aman sentosa..&lt;br /&gt;Tapi rupanya masih ada juga rakyat yang memungut hasil Hutan Mangrove secara berlebihan dan serakah. Karena melanggar aturan dan bisa merusak Hutan Mangrove, mereka diberi hukuman yang berat agar tidak mengulanginya. Mereka ini dikenal dengan sebutan “Perambah Jahat”. Nantinya mereka ini dimanfatkan menjadi kaki tangan musuh Kerajaan Mangrove untuk menghancurkan Kerajaan yang kuat tersebut.&lt;br /&gt;Di seberang lautan sana, musuh bebuyutan Raja Rhizopora terus mengintai dan memata-matai Kerajaan Mangrove. Dia dikenal sebagai penjahat yang bengis, kejam, sombong, kotor, licik dan bau karena takut sama air. Dia menjadi buronan No. 1 Kerajaan Mangrove. Penjahat ini dikenal dengan sebutan “Borokokok Ilegal Log Ing “ Dia sangat bernafsu menguasai Kerajaan ini karena kekayaannya yang berlimpah ruah dan yang terpenting adalah Borokokoko Ilegal Log Ing sangat terpesona dengan kecantikan Permaisuri Raja.&lt;br /&gt;Penjahat Borokok Ilegal Log Ing tahu bahwa sumber kekuatan Kerajaan Mangrove adalah benteng alaminya yaitu Hutan Mangrove. &lt;br /&gt;“Raja Rhiz….!” Panggilannya bagi Raja Rhizopora.&lt;br /&gt;“ Kamu orang akan merasakan kehancuran. Saya akan merusak dan menghancurkan Hutan Mangrovemu” kata Borokokok Ilegal Log Ing penuh kebencian.&lt;br /&gt;Mengetahui siasat busuk penjahat Borokokok Ilegal Log Ing ini, Raja Rhizopora menjadi geram dan marah. Dia lalu mempersiapkan Pasukan Khusus untuk menjaga dan patroli dibenteng alaminya Hutan Mangrove. Pasukan khusus itu diambil dari Pasukan Bhayangkara Kerajaan dan merupakan Pasukan ke 6 dari struktur Pasukan Bhayangkara dengan kode operasi M. Dalam struktur Pasukan Bhayangkara dibagi menjadi beberapa fungsi sesuai tugasnya yaitu kode operasi RK = Rakyat Kota, RD = Rakyat Desa, P = Pasar, LK = Lingkungan Kerajaan, I = Infanteri, K = Kuda. Dan untuk menjaga Hutan Mangrove diberi nama Polhut M = Polisi Hutan Mangrove yang bertugas menjaga Hutan Mangrove dari kerusakan dan pemanfatan yang berlebiahn sehingga benteng alami tersebut tetap lestari.&lt;br /&gt;Bagaimanakah siasat Sang Raja ? Apa yang dilakukannya terhadap Penjahat Borokokok Ilegal Log Ing,? Bagaimana pula tindak tanduk penjahat Borokokok Ilegal Log Ing memuluskan niat jahatnya menguasai Kerjaan Mangrove ? Kita nantikan di episode berikurnya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-3146067578617483279?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/3146067578617483279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=3146067578617483279' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/3146067578617483279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/3146067578617483279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2008/02/kerajaan-mangrove-membangun-benteng.html' title='Raja Rhizopora Membangun Benteng Alami (Hutan Mangrove)'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/R7w6TfkvgHI/AAAAAAAAABE/tgRJa4e2Rbw/s72-c/Copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-6797019813932615503</id><published>2008-02-20T05:29:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T06:13:13.970-08:00</updated><title type='text'>Kesetaraan Gender ?</title><content type='html'>Isu kesetaraan gender saat ini benar-benar mengemuka di seluruh dunia yang dimotori kaum sekuler dan disponsori zionis Yahudi. Mereka terus menggemakan isu ini. Apa maksudnya dan siapa yang ditembaknya ? Apakah golongan mereka sendiri ? Kayaknya tidak, karena bagi kaum sekuler dan Yahudi, walaupun mereka salah dan tahu itu salah, akan tetap menjadi benar jika harus berhadapan dengan seteru abadinya. Siapa seterunya ? Tentunya Islam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang dituntut dari emansipasi wanita atau isu kesetaraan gender ? Mengapa harus ada persamaan hak laki-laki dan perempuan ? Bukankah manusia diciptakan berpasang-pasangan. Agar mereka bisa saling mengisi menjadi manusia yang seutuhnya. Karena pada dasarnya, baik laki-laki maupun perempuan belumlah menjadi manusia seutuhnya sebelum laki-laki mendapatkan tulang rusuknya yang hilang atau ketika wanita belum menemukan tempatnya harus bergantung pada tulang lainnya.&lt;br /&gt;Jadi hak-hak yang ada pada diri laki-laki dan perempuan juga akan setara jika sudah dipersatukan. Apa yang menjadi hak laki-laki menjadi kewajiban wanita dan apa yang menjadi hak – hak perempuan menjadi kewajiban perempuan. Jadi apakah harus sama ? Jawabannya tidak !&lt;br /&gt;Lalu mengapa ini bisa menjadi isu dan akhirnya dijadikan alat untuk memerangi Islam yang dikatakan agama yang tidak menghargai kesetaraan gender, padahal itu salah besar. Isu kesetaraan gender sejatinya telah melenceng jauh dari tujuan awal yaitu mengembalikan hak-hak wanita yang terbelenggu atas perilaku superior kaum laki-laki selama ini. Dan ini memang telah diskenario melalui liberalisme dan kapitalisme demi kampanye negatif terhadap umat Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-6797019813932615503?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/6797019813932615503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=6797019813932615503' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/6797019813932615503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/6797019813932615503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2008/02/kesetaraan-gender.html' title='Kesetaraan Gender ?'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-6070172031077051657</id><published>2007-09-22T19:37:00.000-07:00</published><updated>2007-12-30T00:40:04.773-08:00</updated><title type='text'>Sejarah Kabupaten Muna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/R3dZOH6BwKI/AAAAAAAAAA8/xLrWIKKFaOw/s1600-h/muna.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 5px 5px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/R3dZOH6BwKI/AAAAAAAAAA8/xLrWIKKFaOw/s200/muna.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149682798096924834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memasuki Kota Muna, Sulawesi Tenggara, tidak boleh sembarangan. Berjalan kaki saja dilarang, apalagi menunggang kuda. Ini tak lain untuk menjaga etika dan sopan santun. Yang boleh menunggang kuda hanya para pejabat tinggi. Kalau sudah mendekati rumah kediaman perdana menteri, penunggang kuda juga harus turun, lalu berjalan kaki ke tempat tujuan di kota tersebut. Budaya dan tatakrama di Kota Muna adalah potret sepenggal sejarah Kerajaan Muna di masa lampau, sebagaimana diungkapkan Jules Couvreur dalam buku Sejarah dan Kebudayaan Kerajaan Muna yang diterbitkan Artha Wacana Press, Kupang, Nusa Tenggara Timur, tahun 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Couvreur cukup memahami sejarah dan kebudayaan Muna, salah satu etnis yang mendiami Pulau Muna dan pulau-pulau lain di sekitarnya. Sebab, dia adalah pegawai pemerintah kolonial Belanda yang pernah menjabat sebagai kontroler (setingkat bupati) di Kerajaan Muna selama kurang lebih dua tahun (1933-1935). Selama kurun waktu itu dia tekun menggali sejarah dan kebudayaan daerah tersebut.&lt;br /&gt;Ketika Couvreur meninggal dunia di Den Haag, Belanda, pada tahun 1971 dalam usia 70 tahun, naskah yang ditulisnya tahun 1935 itu masih dalam bentuk stensilan berbahasa Belanda. Stensilan itu kemudian diterjemahkan Dr Rene van den Berg, dosen linguistik dan peneliti bahasa Muna di Darwin, Australia.&lt;br /&gt;KOTA Muna terletak sekitar 25 kilometer dari Raha, ibu kota Kabupaten Muna, sekarang. Orang Muna sebetulnya menyebutnya Wuna, sebagaimana nama asli suku Muna dan Pulau Muna. Namun, kata "Wuna" itu lama kelamaan diucapkan dan ditulis menjadi "Muna" dalam laporan dan bahasa resmi. Wuna dalam bahasa Muna berarti bunga. Disebut begitu karena tidak jauh dari Kota Wuna itu terdapat sebuah bukit batu karang yang sewaktu- waktu tumbuh dan menyerupai bunga. &lt;br /&gt;Daratan Pulau Muna memang hampir didominasi batu karang. Bukit batu (yang sering) berbunga itu disebut Bahutara yang diartikan sebagai bahtera. Hal itu terkait dengan tradisi lisan yang menyebutkan bahwa di tempat itulah perahu Sawerigading, tokoh asal Sulawesi Selatan yang melegenda, terdampar setelah menabrak batu karang. Para pengikutnya sebanyak 40 orang dari Luwu, Sulsel, kemudian terpencar ke berbagai tempat, sebagian membuat koloni di Muna, dan lainnya ke Konawe di jazirah Sulawesi Tenggara.&lt;br /&gt;Sejalan dengan semakin baiknya sistem pemerintahan, pada masa kekuasaan Lakilaponto sebagai Raja Muna VII (1538- 1541) mulailah dibangun pusat kerajaan di lokasi yang disebut Wuna tadi. Pembuatan benteng yang mengelilingi Kota Wuna merupakan prestasi besar yang dihasilkan pemerintahan raja tersebut. &lt;br /&gt;Setelah Lakilaponto ditunjuk menjadi Raja Buton, pembangunan Kota Wuna dilanjutkan penggantinya, La Posasu, adik Lakilaponto. Pengangkatan Lakilaponto sebagai Raja Buton merupakan hadiah dari raja yang sedang berkuasa atas keberhasilan Raja Muna itu mengalahkan dan membunuh bajak laut La Bolontio, pengacau keamanan rakyat Buton.&lt;br /&gt;Setelah menjadi raja dan kemudian bergelar sultan, menyusul diterimanya Islam sebagai agama resmi kerajaan, Lakilaponto mengadakan kesepakatan dengan adiknya, La Posasu, untuk saling membantu dan bekerja sama bila kedua kerajaan menghadapi situasi pelik, termasuk ancaman dan intervensi dari luar.&lt;br /&gt;Hubungan persaudaraan di antara kedua kerajaan terjalin hangat selama kurang lebih 3,5 abad. Namun, dalam kerangka politik pecah belah pemerintah kolonial Belanda bersama Sultan Buton secara sepihak membuat perjanjian yang disebut Korte Verklaring pada 2 Agustus 1918.&lt;br /&gt;Isi perjanjian itu menyebutkan, Belanda hanya mengakui dua pemerintahan swapraja di Sulawesi Tenggara, yakni Swapraja Buton dan Swapraja Laiwoi di Kendari. Sejak saat itu Kerajaan Muna yang berdaulat dinyatakan berada di bawah kontrol Kesultanan Buton. Sebagai subordinasi Kesultanan Buton, Muna praktis menjadi salah satu dari empat wilayah penyangga (bharata) kerajaan Islam tersebut. Tiga bharata yang lain adalah Tiworo, Kulisusu, dan Kaledupa. Berdasarkan Korte Verklaring itu pula beberapa kerajaan kecil di sekitar Kesultanan Buton, seperti Tiworo, Kulisusu, Kaledupa, Rumbia, dan Kabaena, ikut menjadi wilayah kekuasaan Kesultanan Buton. Dua kerajaan kecil yang terakhir merupakan wilayah nonstruktural karena tidak menyandang predikat bharata. &lt;br /&gt;IHWAL pembangunan Kota Wuna, Couvreur mengutip kepercayaan mistis bahwa dalam pembangunan benteng kota itu oleh Lakilaponto dibantu para jin (roh halus. Pembuatan benteng itu memang merupakan pekerjaan raksasa sebab, seperti ditulis Couvreur, panjang keliling pagar tembok itu mencapai 8.073 meter dengan tinggi empat meter dan tebal tiga meter. Selain melanjutkan dan menyempurnakan pembangunan tembok pagar ibu kota kerajaan tersebut, La Posasu sebagai pengganti Lakilaponto juga mendirikan bangunan tempat perguruan Islam, sesuai anjuran Syekh Abdul Wahid. Seperti disebutkan La Kimi Batoa, pensiunan guru sejarah, Abdul Wahid adalah penyebar agama Islam pertama di Pulau Muna. Fasilitas publik lainnya di Kota Wuna adalah masjid. Masjid pertama dibangun pada masa pemerintahan La Titakono sebagai Raja Muna X (1600- 1625). Menurut La Ode Muhammad Sirad Imbo (65), tokoh adat Muna, masjid yang dibangun raja tersebut masih sederhana dan bersifat darurat. Masjid agak besar baru dibangun pada era pemerintahan Raja La Ode Huseini dengan gelar Omputo Sangia (1716- 1757). Masjid tersebut dibangun di tempat berbeda dengan lokasi masjid pertama. Masjid di Kota Wuna itu hampir seumur dengan Masjid Agung Keraton Buton di Bau- Bau. &lt;br /&gt;Masjid Keraton Buton dibangun oleh Sultan Sakiuddin Darul Alam pada tahun 1712 dengan konstruksi permanen, dan baru dipugar pada tahun 1930-an di masa pemerintah Sultan Buton ke-37, Muhammad Hamidi. Adapun Masjid Kota Wuna baru dibangun secara permanen sekitar tahun 1933 oleh La Ode Dika sebagai Raja Muna (1930-1938). Kegiatan pembangunan (renovasi) masjid tersebut mendapat bantuan dari Kontroler Belanda yang berkedudukan di Raha, Jules Couvreur. "Dia menyediakan bahan, seperti semen, atap seng, dan bahan bangunan lainnya," tutur Sirad Imbo. Karena selama memangku raja lebih banyak memerhatikan pembangunan masjid tersebut, maka La Ode Dika diberi gelar Komasigino (pemilik masjid). Dua dari 14 putra-putri La Ode Dika tercatat sebagai tokoh daerah, yakni La Ode Kaimuddin, mantan Gubernur Sultra, dan La Ode Rasyid, mantan Bupati Muna. KERAJAAN Muna di masa lalu kini nyaris tak meninggalkan bekas. &lt;br /&gt;Satu-satunya peninggalan yang tampak di Kota Wuna saat ini hanyalah bangunan masjid yang pernah dirawat La Ode Dika, Raja Muna terakhir yang dipilih oleh Sarano Muna yang dibentuk Raja La Titakono pada abad ke-17 itu.  Bangunan masjid itu juga sudah tidak asli. Menurut Sirad Imbo, ketika Bupati Muna dijabat Maola Daud pada tahun 1980-an, bangunan masjid tua itu dirombak total ukuran dan bentuknya. Giliran Ridwan menjadi Bupati Muna (2000- 2005), bangunan masjid itu dirombak lagi untuk dikembalikan ke bentuk aslinya. Bentuk masjid di bekas ibu kota kerajaan itu sangat sederhana. Bangunannya terdiri atas tiga susun, termasuk tempat dudukan kubah. Itulah bentuknya yang asli dari masjid tua tersebut," ujar Sirad, yang juga salah satu putra La Ode Dika. Peninggalan yang lain sudah tidak ada lagi, kecuali beberapa makam tua yang menjadi kuburan raja-raja zaman dulu, antara lain makam La Ode Huseini, yang pada masa hidupnya dikenal sangat taat menjalankan ajaran Islam. &lt;br /&gt;Sisa-sisa ataupun reruntuhan benteng Kota Wuna yang konon dibangun dengan bantuan jin itu juga sudah tidak ada lagi. Namun, Sirad mengaku bahwa pagar tembok itu masih tersisa sekitar 1.800 meter yang masih utuh. Hanya fisik bangunannya memang tidak kelihatan karena dibalut rumput liar. Kota Muna yang dulu berbudaya feodal kini tinggal kenangan. Yang ada hanyalah hamparan semak belukar di sebuah dataran agak cekung yang diapit bukit-bukit karang. Di sana-sini tampak rumah- rumah adat Muna dari kayu jati yang baru dibangun. Menurut Sirad, ada rencana Pemerintah Kabupaten Muna membangun perkampungan bagi para pemangku Sarano Muna sebagai miniatur Kota Wuna beberapa abad silam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Leluhur Muncul dari Bambu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MITOS asal-usul manusia yang menjadi penguasa di daerah kepulauan di Sulawesi Tenggara mempunyai versi yang sama. Wakaka, ratu pertama Kerajaan Buton, diceritakan datang dari China dan pada awalnya ia muncul dari lubang bambu kuning di dalam kompleks Keraton Buton sekarang. Leluhur keturunan mokole (raja) di Kabaena (kini Kabupaten Bombana) juga dimitoskan muncul dari bambu yang biasa dipakai membuat nasi bambu. La Eli alias Baidulzamani, yang disebut sebagai raja pertama di Pulau Muna, menjadi legenda masyarakat Muna bahwa ia berasal dari Luwu, Sulawesi Selatan, lalu muncul dari dalam lubang bambu saat ditemukan manusia yang telah lebih dulu membangun koloni di Wamelai dalam wilayah Tongkuno. Setelah diangkat menjadi raja, Baidulzamani diberi gelar Bheteno ne Tombula (’Manusia yang Dilahirkan di dalam Bambu). Adapun permaisuri bernama Tandi Abe, juga dikabarkan berasal dari Luwu. Konon ia terdampar di Napabale, sebuah laguna di pantai timur Pulau Muna dan kini menjadi salah satu obyek wisata. Salah seorang putri Raja Luwu tersebut dengan menumpang sebuah talam besar pergi ke arah timur mencari pria yang telah menghamilinya. Talam itu telah menjadi batu sekarang. Pria yang dicari tak lain adalah Baidulzamani yang telah lebih dulu berada di daratan Muna. Setelah dipertemukan mereka pun dikawinkan dan menetap di Wamelai. Perkawinan itu melahirkan tiga anak. Salah seorang di antaranya bernama Kaghua Bhangkano yang kemudian menjadi Raja Muna II dengan gelar Sugi Patola. Sugi berarti ’Yang Dipertuan’. Lakilaponto Raja Muna VII dan Raja Buton VI lalu menjadi Sultan Buton pertama dengan sebutan Murhum (almarhum) setelah mangkat, berasal dari garis keturunan sugi tersebut. &lt;br /&gt;TITAKONO, Raja Muna X (1600-1625) tercatat dalam sejarah Muna sebagai pemrakarsa penetapan golongan dalam masyarakat Muna. Ia menetapkan penggolongan itu bersama sepupunya bernama La Marati. Yang terakhir ini adalah anak Wa Ode Pogo, saudara perempuan Lakilaponto. Titakono sendiri adalah putra Rampei Somba, saudara Lakilaponto. Sebagai raja, Titakono mengangkat sepupunya itu menjadi pembantu utamanya dalam pemerintahan dengan jabatan yang disebut bhonto bhalano (semacam perdana menteri). Setelah itu keduanya bersepakat menetapkan strata sosial masyarakat. Berdasarkan kesepakatan itu, golongan masyarakat dari garis keturunan sugi sampai kepada Titakono harus diakui sebagai golongan tertinggi yang disebut Kaomu dengan gelar la ode. Lalu kelompok masyarakat keturunan mulai dari La Marati ditetapkan sebagai golongan setingkat lebih rendah dari Kaomu yang disebut Walaka. Golongan Walaka tidak memakai gelar la ode. La Marati menyetujui penetapan posisinya seperti itu karena menyadari bahwa ayahnya, La Pokainsi, bukan keturunan sugi. Kendati ibunya, Wa Ode Pogo, adalah keturunan sugi dan saudara kandung dari Lakilaponto, La Marati dan keturunannya sudah digariskan menjadi golongan Walaka. Dalam struktur pemerintahan kerajaan, golongan Walaka berhak menduduki jabatan bhonto bhalano, sebagaimana yang telah dirintis La Marati. Sementara untuk jabatan raja sudah digariskan harus mereka yang bergelar la ode. &lt;br /&gt;Lapisan ketiga dalam masyarakat Muna di masa lampau adalah golongan Maradika, rakyat biasa. Selain menetapkan penggolongan masyarakat, duet Titakono-Marati juga membentuk dewan adat atau Sarano Wuna. Ketika itu Sarano Wuna terdiri atas enam anggota, yaitu raja, bhonto balano, dan ke-4 ghoerano (empat kepala wilayah yang menjadi basis utama Kerajaan Muna). Mereka adalah ghoerano Tongkuno, Kabawo, Lawa, dan Katobu. Anggota Sarano Wuna kemudian bertambah sejalan dengan perkembangan wilayah kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-6070172031077051657?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/6070172031077051657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=6070172031077051657' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/6070172031077051657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/6070172031077051657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2007/09/sejarah-kabupaten-muna.html' title='Sejarah Kabupaten Muna'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/R3dZOH6BwKI/AAAAAAAAAA8/xLrWIKKFaOw/s72-c/muna.png' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-4069319383751141233</id><published>2007-07-22T21:16:00.000-07:00</published><updated>2007-07-22T21:30:13.722-07:00</updated><title type='text'>MENGHILANGKAN DENDAM DAN BERSIKAP IKHLAS</title><content type='html'>&lt;em&gt;Artikel ini diambil dar mailinglist assunnah yang ditulis oleh Abu Farhan, semoga bisa menjadi bahan renungan dan pencerahan bagi tiap umat yang meyakini kebesaran Allah SWT. Amin !!!!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Apa yang seharusnya dicari?&lt;br /&gt;(1) Apabila setiap mu'min melakukan segala sesuatu karena hanya mencari keridhaan Allah subhanahu wata'ala semata, dia akan menganggap celaan, kecaman, cemoohan, caci-maki, ataupun hinaan itu serupa halnya dengan pujian, sanjungan, penghargaan, ataupun penghormatan. Mengapa? Karena dia tidak mencari pujian dan tidak terpengaruh oleh hinaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan kepada diri sendiri?&lt;br /&gt;(2) Suatu kerugian besar (membuang energi dan waktu) bila seorang mu'min memikirkan hinaan dan fitnah dari pihak lain; apalagi apabila fitnah itu tidak benar.&lt;br /&gt;(3) Jauh lebih bermanfaat apabila mu'min bermawas-diri, lalu sibuk memperbaiki kekurangan dan kesalahan pada dirinya.&lt;br /&gt;(4) Boleh jadi ada pihak yang sakit hati, lalu memfitnah dan menghina. Tanggapan kurang baik dari pihak lain hanya patut dianggap sebagai "umpan-balik" .&lt;br /&gt;(5) Mu'min diajarkan untuk selalu "mengaku telah melakukan dosa-dosa" dan kemudian "memohon ampunan-Nya" . Ini "langkah awal bagi segala kebaikan" yang Allah subhanahu wata'ala berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan kepada pihak yang mendhalimi?&lt;br /&gt;(6) Adab sesama muslim ialah saling menasihati dan bukan saling menghina/merendahka n.&lt;br /&gt;(7) "Memaafkan" itu tindakan mulia. Allah subhanahu wata'ala mengajarkan demikian, yang kemudian diteladankan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;(8) Akan lebih mulia lagi apabila seorang mukmin mampu "mendoakan orang yang mendhaliminya" agar Allah subhanahu wata'ala memberinya petunjuk. Diakui bahwa sikap ini tidak mudah dilakukan karena perlu berlatih keras.&lt;br /&gt;(9) Allah subhanahu wata'ala mempunyai catatan setiap kebaikan dan keburukan yang dilakukan oleh setiap manusia. Biarlah Dia yang membuat perhitungan sendiri kepada pihak yang dhalim. Biarlah Dia sendiri (dan bukan kita) menegur/mengingatka n orang tersebut, kecuali apabila Allah subhanahu wata'ala mengampuni kesalahan orang tersebut. Tetapi ini bukan urusan kita. Kita harus ingat bahwa "tidak ada perbuatan di dunia ini yang tidak berbalas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa manfaat memaafkan kesalahan pihak lain dan mendoakan kebaikan baginya?&lt;br /&gt;(10) Apabila mu'min mampu memaafkan kesalahan pihak lain dan mampu mendoakan kebaikan bagi orang tersebut, maka "sakit hati" insyaAllah akan hilang dari dalam hatinya. Sesungguhnya, memendam perasaan seperti ini hanya menyebabkan "penyakit hati" yang "merusak diri sendiri". Apabila dia mampu memaafkan tindakan buruk pihak lain, maka pikirannya jernih, perasaannya tanpa ganjalan, perilakunya apa adanya (polos; tidak dibuat-buat) , dan hidupnya tenang. Adakah yang lebih penting daripada "ketenangan" di dunia ini dengan mencari keridhaan Allah subhanahu wata'ala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa'alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-4069319383751141233?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/4069319383751141233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=4069319383751141233' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/4069319383751141233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/4069319383751141233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2007/07/menghilangkan-dendam-dan-bersikap.html' title='MENGHILANGKAN DENDAM DAN BERSIKAP IKHLAS'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-1003887851956510308</id><published>2007-07-17T02:22:00.000-07:00</published><updated>2007-07-22T21:32:50.121-07:00</updated><title type='text'>Puisi Lingkungan : RAHASIA ALAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/RpyOLPdRlXI/AAAAAAAAAAc/xopJ_CDHxN0/s1600-h/AD-din(533).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/RpyOLPdRlXI/AAAAAAAAAAc/xopJ_CDHxN0/s200/AD-din(533).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088098002800842098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rembulan malam mengintip fajar; Meninggalkan cerita keindahan galaxy; Matahari pagi bersinar cerah; Membelah langit mengikis embun; Percikan titik – titik hujan menebar kedamaian; Membahana luas membawa berita alam; Berujar indah menyalami sang waktu; Sandiwara akbar   segra dimulai&lt;br /&gt;Luas tak bertepi; Jauh tak berujung; Ada roh; Ada napas; Ada lahir; Ada mati; Dan terciptalah kehidupan jaman&lt;br /&gt;Petir bertanya menjawab mendung; Tanyai mega hujan menjawab; Sahut menyahut menghiasi alam; Aroma sorgawi kian terpancar; Anugrah  Ilahi ‘ntuk mahluknya&lt;br /&gt;Alamku istanaku…..!!!; Dan yakinlah….!!!Rahasia Alam Tanpa Batas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-1003887851956510308?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/1003887851956510308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=1003887851956510308' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/1003887851956510308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/1003887851956510308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2007/07/rahasia-alam.html' title='Puisi Lingkungan : RAHASIA ALAM'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/RpyOLPdRlXI/AAAAAAAAAAc/xopJ_CDHxN0/s72-c/AD-din(533).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-7973458896280517732</id><published>2007-07-12T02:12:00.001-07:00</published><updated>2007-07-19T00:19:58.288-07:00</updated><title type='text'>MAUT DI JEMBRANA !!! (Sebuah Cerita Pengabdian Sampai Akhir Hayat)</title><content type='html'>Mudah-mudahan kisah nyata ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda terutama yang berprofesi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), karena ternyata bidang kerja kita benar-0benar mengharapkan pengabdian yang tulus ikhlas, tanpa mengenal hari libur pun, jika tugas menghendaki demi masyarakat maka kita harus turun lapangan. Apapun resikonya termasuk harus mengorbankan nyawa sekalipun karena demikianlah panggilan tugas negara. Dengan berprinsip kerja dengan hati, bekerja untuk ibadah, saya siap.&lt;br /&gt;Kecelakaan maut dialami rombongan yang menumpang mobil dinas (mobdin) Kadis Pertanian, Kehutanan dan Kelautan (Perkutut) jenis taff plat merah DK 693. Mobdin tersebut jatuh dan masuk jurang di wilayah Dauh Pangkung Jangu, Poh Santen, Mendoyo, dengan kedalaman 75 meter Minggu (17/6) sore lalu. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini merupakan kejadian kedua kalinya mobil jatuh di lokasi ini. Sebelumnya sebulan yang lalu mobil Feroza juga jatuh dan hancur di kedalaman 70 meter di lokasi yang sama. Namun, dari ketiga penumpang semuanya selamat termasuk bayi yang ada di dalamnya. &lt;br /&gt;Dalam mobil dinas yang jatuh pada Minggu sore itu ada lima orang penumpang yaitu sopir Staf Dinas Perkutu Bagus Suartawan, pakar Hukum Unud yang menjadi tim ahli LSM Kalimajari Wayan Windia, staf teknis Dinas Perkutut Wayan Suarka, Bendesa Adat Poh Santen Gusti Komang Suryadyasa dan Klian Dinas Dusun Dauh Pangkung Jangu Made Wiarsoma.&lt;br /&gt;Dari kejadian itu mengakibatkan Wayan Suarka yang saat itu duduk di jok tengah meninggal dunia dalam perjalanan ke RS Sanglah. Wayan Windia yang duduk di depan atau samping sopir mengalami retak di tulang selangka dan dirujuk di RS Sanglah. Made Wiarsoma mengalami patah pada kaki kiri dan kini dirawat di RSU Negara. Sedangkan Gusti Komang Suryadyasa mengalami luka memar dan lecet-lecet. Sedangkan Bagus Suartawan selamat. &lt;br /&gt;Kadis Perkutut Subaktyanu Senin (18/6) mengatakan sebelum kejadian rombongan itu berada di kantor Desa Poh Santen dalam rangka kegiatan pembekalan masalah GERHAN kepada peserta. Kegiatan sudah dilakukan sejak Jumat lalu. Kemudian pada hari Minggu lalu itu pihaknya mendatangkan pakar hukum Wayan Windia yang juga merupakan utusan dari Kalimajari. Saat itu Wayan Windia memberikan materi dari pagi sampai siang. Kemudian diadakan sidang kelompok dan pleno. Saat rehat, Wayan Windia ingin melihat kondisi hutan di wilayah Poh Santen.&lt;br /&gt;Menurut salah seorang sumber di TKP kemarin mengatakan saksi pertama di TKP adalah Gede Wiarma. Saat Wiarma berhenti di sebelah Pura Puncak Sari, mobil rombongan itu juga sempat berhenti dan bertanya masalah hutan. Kemudian mobil itu menuju ke atas dan di tanjakan yang cukup tinggi tiba-tiba mobil sempat mundur dan akhirnya jatuh.&lt;br /&gt;Alm Wayan Suarka akhirnya diaben Selasa (19/6). Adik korban Wayan Budiarta di rumah duka di Br. Taman Batuagung Negara kemarin mengatakan kakaknya itu meninggalkan dua orang putra putri yang sedang melanjutkan kuliah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-7973458896280517732?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/7973458896280517732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=7973458896280517732' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/7973458896280517732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/7973458896280517732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2007/07/maut-di-jembrana-sebuah-cerita.html' title='MAUT DI JEMBRANA !!! (Sebuah Cerita Pengabdian Sampai Akhir Hayat)'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-1749644775931392044</id><published>2007-06-18T20:29:00.001-07:00</published><updated>2007-06-18T21:07:58.998-07:00</updated><title type='text'>SALAFIYAH BUKAN HIZBIYAH (Oleh Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[Disalin dari Majalah Al-Furqon Edisi 8 Tahun V/Rabi’ul Awal 1427H/April 2006. Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu, Gresik Jatim]&lt;/span&gt; Sebagian orang menyangka bahwa Salafiyah adalah kelompok hizbiyah seperti halnya Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, Quthubiyah Sururiyah dan Jama’ah Tabligh, dan bahwasanya seorang salafi seperti halnya seorang ikhwani atau tablighi atau quthbi dari segi hukum dan pemahaman. Mereka menyangka bahwasanya istilah Salafiyah adalah istilah yang baru muncul dalam kurun waktu yang tidak lama. Ucapan ini sering muncul dari mulut para pentolan “jama’ah-jama’ah kontemporer” di media massa. Ada juga yang mengatakan bahwa pendiri dakwah Salafiyah adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab seakan-akan dakwah ini belum pernah dikenal sebelumnya sebagaimanadikatakan olehpenulis kitab Mausu’ah Muyassaroh fil Adyan wal Madzahib Muashirah (hal, 273)!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang meluncurkan syubhat bahwasanya Salafiyah tidak lain hanyalah suatu kurun waktu dan bukan suatu madzhab seperti Al-Buthi dalam kitabnya Salafiyah Laisat Madzhaban!Yang sangat disayangkan, ternyata masih ada di antara para da’i yang mengaku beraqidah salaf yang sengaja menajuhi penisbahan kepada Salafiyah dalam dakwah mereka, seakan-akan nama Salafiyah adalah nama yang tabu atau karena nisbah tersebut membuat mereka tidak leluasa bergerak “di arena dakwah” mereka. Padahal tidak ada yang lebih membanggakan seorang muslim dari menisbahkan diri kepada salaf. Lafazh Salafiyah atau Salafi tidaklah digunakan oleh para ulama Ahlus Sunnah kecuali dalam kebaikan. Lihatlah dalam kitab-kitab para ulama terutama dalam kitab-kitab biografi, mereka tidaklah menyebut Salaf atau Salafi melainkan sebagai pujian. Begitu sering para ulama menyebutkan biografi seseorang dan menyebutkan di antara manaqibnya adalah karena dia berjalan di atasn manhaj Salaf!Maka di dalam pembahasan yang ringkas ini akan kami paparkan sikap yang seharusnya ditempuh oleh seorang muslim di dalam masalah ini dan sekaligus kami bawakan nukilan dari perkataan-perkataan para ulama dari berbagai generasi tentang nisbah kepada Salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENGERTIAN SALAFIYAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salafiyah adalah penisbatan kepada Salaf. Dan Salaf secara bahasa dari sin, lam dan fa yang menunjukkan makna yang sudah berlalu dan terdahulu ([Mu’jam Maqayis Lughah, Ibnu Faris, 3/95]Fairuz Abadi berkata : “Salaf adalah orang-orang yang mendahuluimu dari nenek moyangmu dan kerabatmu” [Qamusul Muhith 3/153]Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda kepada Fathimah Radhiyallahu ‘anha di saat beliau sakit keras menjelang wafat. “Artinya : Bertaqwalah kepada Alloh dan bersabarlah, maka sesungguhnya sebaik-baik salaf (pendahulu) bagimu adalah aku” [Muttafaq ‘Alaihi, Shahih Bukhari 5/2317 dan Shahih Muslim 4/1904]Adapun secara istilah maka madzhab Salaf adalah jalan yang ditempuh oleh para sahabat dan orang-orang yang menempuh jalan mereka. Al-Qalsyani berkata : “Salafush Shalih adalah generasi pertama yang mendalam keilmuan mereka, yang mengikuti jalan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang selalu menjaga sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Alloh pilih mereka sebagai sahabat NabiNya, dan Alloh tugaskan mereka untuk menegakkan agamaNya…” [Tahrirul Maqalah min Syarhi Risalah hal. 36]Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid berkata : ‘Jika disebut Salaf atau Salafiyun atau Salafiyah, maka dia adalah nisabah kepada Salafush Shalih yakni para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan, bukan orang-orang yang cenderung kepada hawa nafsu dari generasi sesudah sahabat dan menyempal dari jalan para sahabat degan nama atau symbol –mereka inilah yang disebut khalafi,nisbah kepada khalaf-. Adapun orang-orang yang teguh di atas manhaj kenabian maka mereka menisbahkan diri kepada Salafush Shalih sehingga mereka dsiebut Salaf dan Salafiyyun dan nisbah kepada mereka adalah Salafi” [Hukmul Intima hal. 90]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SALAFIYYUN ANTI HIZBIYAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hizbiyah secara bahasa nisbah kepada hizb yaitu kelompok atau kumpulan manusia. [Qamusul Mhith hal.94]Jika hizb (kelompok) tersebut dijadikan sebagai standar kebenarn dan menjadi dasar bagi wala (loyalitas) dan bara’ (kebencian dan permusuhan) maka inilah hizbiyah yang dicela oleh Alloh dalam KitabNya.“Artinya : Janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Alloh, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” [Ar-Rum : 31-32]Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata : Mu’awiyah berkata kepadaku : ‘Apakah kamu berada di atas milah Ali? Maka aku berkata : “Tidak, dan aku juga tidak berada di atas millah Utsman. Aku berada di atas millah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam” [Ibanah Kubra, Ibnu Baththah, 1/355] Lihatlah bagaimana Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma membenci hizbiyah meskipun hizbiyah tersebut disandarkan kepada salah seorang Khulafaur Rasyidin. Demikianlah, Salafush Shalih sangat membenci hizbiyah kepada &lt;br /&gt;kelompok apa pun.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata ; “Tidak diperbolehkan bagi seorangpun untuk mengambil suatu perjanjian atas seseorang agar dia selalu menyetujui apa yang dia selalu menyetujui apa yang dia kehendaki, memberikan loyalitas kepada siapa saja yang disukai oleh yang dia bai’at, memusuhi siapa saja yang memusuhi orang yang dia bai’at. Bahkan orang yang berbaut seperti ini adalah seperti model Jengkhis Khan yang menjadikan siapa saja yang cocok dengan mereka adalah teman yang loyal, dan siapa saja yang menyelisihinya adalah musuh yang harus dibenci” [Majmu Fatawa 28/16]&lt;br /&gt;Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid berkata : “Sesungguhnya tangan Alloh diatas jama’ah, maka tidak ada pengelompokan dan hizbiyah dalam Islam. Maka aku meminta perlindungan Alloh kepadamu agar engkau tidak luluh sehingga menjadi rampasan kelompok-kelompok, madzhab-madzhab yang batil dan partai-partai yang ghuluw yang menjadikan wala dan bara di atas hizbiyah tersebut. Maka jadilah engkau seorang penuntut ilmu yang berjalan di atas jalan yang lurus, mengiuti atsar dan sunnah, menyeru kepada Alloh di atas bashirah, dan mengakui keutamaan orang-orang yang terdahul, dan bahwasanya hizbiyah yang memiliki jalur dan lingkup yang baru yang tidak pernah dikenal oleh Salaf, maka semua itu adalah termasu penghalang yang terbesar dari mendapatkan ilmu, dan dia memecah belah jama’ah” [Hilyah Thalibil Ilmi hal. 61-62]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;INTISAB KEPADA SALAF BUKAN HIZBIYAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Intisab kepada Salaf bukan hizbiyah karena Salafiyn tidak pernah menjadikan wala’ dan bara kecuali kepad Islam, tidak kepada simbol-simbol tertentu, tetapi semata-mata kepada kitab dan Sunnah. Hal ini sangat jauh berbeda dengan kelompok-kelompok dan partai-partai yang memiliki nama-nama, julukan-julukan, metode-metode, dan simbol-simbol yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya, memberikan loyalitas kepada setiap orang yang loyal kepada kelompok mereka dan menisbahkan diri kepada kelompok mereka, di sisi lain mereka menjauhi bahkan memusuhi setiap orang-orang yang menyeisihi kelompok mereka dan tidak bernaung di bawah panji-panji mereka!&lt;br /&gt;Demikian juga nisbah kepada Salaf tidak menjadikan ta’ashub (fanatik) kepada seseorang atau kelompok, karena Salafiyun tidak menjadikan suri tauladan &lt;br /&gt;dalam segala sesuatu kecuali kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun kelompok-kelompok hizbiyah maka mereka begitu fanatik dengan pendiri kelompoknya atau tokoh-tokoh kelompoknya. Bahkan mereka teramat sangat di dalam memusuhi setiap orang yang mengkritik atau menyebutkan kesalahan pendiri mereka, pemimpin mereka, atau tokoh-tokoh mereka. Bahkan mereka menuduh setiap orang yang mengoreksi kesalahan kelompok mereka sebagai pemecah-belah dan mengkafirkan umat!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ITTIBA KEPADA SALAF ADALAH SYI’AR AHLUS SUNNAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Abu Nu’aim Al-Ashbahani berkata : “Di antara syi’ar Ahlus Sunnah adalah ittiba’ mereka kepada Salafush Shalih dan meninggalkan segala sesuatu yang bid’ah dan diada-adakan” [Al-Hujjah fi Bayanil Muhajjah 1/364]Para ulama Ahlus Sunnah selalu menjadikan ittiba kepada Salaf sebagai suatu keutamaan ketika mereka menyebut biografi seseorang. Abu Nu’aim Al-Ashbahani menyebutkan Abu Utsman Al-Warraq dalam Hilyatul Auliya (10/313) dan mengatakan : “Jalan yang dia tempuh adalah jalan Salaf”. Al-Hafizh Adz-Dzahabi di dalam Tadzkiratul Huffazh (3/977) ketika menyebut biografi Abu Ahmad Al-Hakim Al-Hafizh, beliau mengatakan tentangnya : “Adalah Abu Ahmad termasuk orang-orang shalih yang teguh di atas sunnah Salaf”. Ketika menyebut biografi Al-Imam Abu Ismail Al-Harawi dalam Tadzkiratul Huffazh (4/1237) beliau mengatakan tentangnya : “beliau mengikuti sirah Salaf”. Ketika menyebut biografi Al-Imam Abdul Wahhab Al-Anmathi dalam Tadzkiratul Huffazh (4/1283) beliau mengatakan tentangnya : “Beliau berada di atas jalan Salaf”. Ketika menyebut biografi Al-Imam Ahmad bin Muhammad Al-Ashbahani dalam Tadzkiratul Huffazh (4/1284) beliau mengatakan tentangnya : “Beliau shahih aqidahnya dan berada di atas jalan Salaf”. Ketika menyebut biografi Al-Imam Abu Dawud As-Sijistani dalam Siyar A’lamin Nubala (13/215) beliau mengatakan tentangnya : “Beliau mengikuti manhaj Salaf dalam ittiba kepada Sunnah, pasrah kepadanya dan tidak berkubang dalam ilmu kalam”. Abu Sa’d As-Sam’ani di dalam Tahbir fi Mu’jamil Kabir (3/977) ketika menyebut biografi Abu Ali Husain bin Ali Al-Lamisyi, beliau mengatakan tentangnya : “Beliau menempuh jalan Salafush Shalih”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MENINGGALKAN INTISAB KEPADA SALAF ADALAH SYI’AR AHLI BID’AH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merupakan hal yang dimaklumi bahwa kelompok-kelompok bid’ah sangat menjauhi intisab kepada Salaf. Sampai-sampai kelompok yang mengaku beraqidah Salaf pun juga menjauhi dan menghindari penisbahan kepada Salaf. Inilah syi’ar ahli bid’ah dari masa ke masa sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : “Syi’ah ahli bid’ah adalah tidak mau ittiba kepada Salaf” [Majmu Fatawa 4/100]Kelompok-kelompok bid’ah ini mengetahui bahwasanya dengan meninggalkan intisab kepada Salaf maka mereka dengan leluasa menghukumi segala sesuatu dengan akal mereka, perasaan mereka dan eksperimen-eksperimen mereka!Inilah realita yang menunjukkan keagungan taqdir Allah Subhanahu wa Ta’ala agar nampak jelas dakwah yang haq dari setiap kebatilan yang hendak menyerupainya, dan agar dakwah yang haq dan murni dari segala namam kotoran yang hendak mencampurinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WAJIB BERLEPAS DIRI DARI KELOMPOK-KELOMPOK SESAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penisbahan kepada Salaf merupakan keharusan pada saat ini, seiring dengan meunculnya berbagai macam pemikiran yang menyeleweng dan kelompok-kelompok yang sesat dan menyesatkan. Ahlul haq mengumumkan intisab mereka kepada Salaf sebagai bukti berlepas dirinya mereka dari setiap kelompok yang menyeleweng dari jalan yang lurus. Alloh telah berfirman kepada NabiNya dan orang yang beriman. “Artinya : Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka ; “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Alloh) “ [Ali-Imran : 64] “Artinya : Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih, dan berkata : “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” [Fushshilat : 33]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-1749644775931392044?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/1749644775931392044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=1749644775931392044' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/1749644775931392044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/1749644775931392044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2007/06/salafiyah-bukan-hizbiyah-oleh-ustadz.html' title='SALAFIYAH BUKAN HIZBIYAH (Oleh Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah)'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-8226717091713383922</id><published>2007-06-14T20:24:00.002-07:00</published><updated>2007-06-14T20:35:22.539-07:00</updated><title type='text'>Hakikat Penggunaan Nama Antara Ahlu Sunnah Waljamaah dan Salafiyun Shalih</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tulisan ini saya ambil dari milinglist assunah@yahoogroups.com yang dikirimkan oleh Faidzin Firdaus. Semog beliau merestui publish artikel ini bagi umat. Amin!&lt;/span&gt; Dalam kitab Muzilul Ilbas Syaikh Muhammad 'Id Al Abbasi menjelaskan sebagai berikut: Segala puji bagi Alloh. Shalawat dan salam untuk Rasul yang tidak ada Nabi sesudahnya. Begitu juga terhadap keluarganya, sahabatnya, dan tentaranya. Salafiyah adalah penisbatan kepada Shalafus Shalih. Mereka adalah orang-orang yang berada pada tiga abad pertama yang utama dan dikenal kebaikannya. Tidak ada keraguan bahwa mereka adalah kelompok yang mendapat pertolongan dan kemenangan, seperti dikabarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasalam. Ahlussunnah wal Jamaah pada hakikatnya adalah kaum Salaf.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Istilah Ahlussunnah wal Jamaah muncul pada saat pelaku bid’ah dan beragam firqah dari kalangan Mu’tazilah, Rafidhah, Khawarij, dan firqah-firqah lainnya yang tersebar. Para ulama kemudian memandang cukup menggunakan istilah Ahlussunnah wal Jamaah. Sayangnya orang-orang berikutnya yang telah keluar dari Manhaj Salaf menggunakannya sebagai tanda bagi diri mereka. Kelompok Asy’ariyah mengaku Ahlussunnah wal Jamaah. Demikian pula Al Maturidiyah, kalangan Tasawuf, dan bahkan pelaku bid’ah. Akhirnya nama ini tidak lagi memadai untuk membedakan antara pengikut kebenaran seperti telah ditunjukkan kalangan salafusshalih. Karenanya, banyak ulama dan peneliti yang memandang perlu menggunakan nama baru untuk menjelaskan pengertian Ahlussunnah wal Jamaah yang sebenarnya. Sebab, sebagian orang yang tidak termasuk dari kalangan Ahlussunnah wal Jamaah juga menggunakan nama ini. Maka jadilah Ahlussunnah wal Jamaah khusus untuk orang-orang yang mengikuti kaum Salaf.&lt;br /&gt;Demikianlah kondisi penamaan Ahlussunnah wal Jamaah jika dibandingkan penamaan Islam pada zaman Rasul shallallahu alaihi wasalam. Nama ini sebelumnya tidak pernah ada. Seseorang cukup dikatakan Muslim untuk membedakan pengikut kebenaran yang mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dengan benar dan jujur. Lalu mengapa para ulama mengambil istilah Ahlussunnah wal Jamaah dan tidak mencukupkan dengan istilah Islam?&lt;br /&gt;Sebagian pihak barangkali berkata, “Cukuplah penamaan Islam.” Kita jawab, “Apakah Anda mengakui langkah para ulama seperti Imam Ahmad dan yang lainnya dengan mengambil nama Ahlussunnah wal Jamaah sebagai nama bagi kalangan Muslim yang sebenarnya?” Mereka tentu akan berkata, “Betul.”&lt;br /&gt;Kita katakan, “Inilah alasannya. Ini adalah desakan baru sehingga dipergunakan nama Ahlussunnah wal Jamaah untuk membedakan Muslim yang sebenarnya. Hal ini pulalah yang membuat banyak ulama peneliti mengambil nama baru untuk membedakan Ahlussunnah wal Jamaah yang sebenarnya. Nama ini sesungguhnya mensyaratkan pemahaman Salaf terhadap Al Qur’an dan Assunnah.&lt;br /&gt;Sebagai bentuk penamaan yang membedakan secara sempurna – seperti Ahlussunnah wal Jamaah yang membedakan antara pengikut kebenaran dari kalangan umat Islam dengan yang lainnya sebagaimana halnya tidak ada perbedaan antara Ahlussunnah wal Jamaah dan kata ‘Muslim’ – dapat disimpulkan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah adalah kaum Muslimin yang sesungguhnya. Karena itu, tidak ada perbedaan antara Ahlussunnah wal Jamaah dan Salafiy, untuk membedakan mana Muslim yang hakiki dan mana yang tidak.&lt;br /&gt;Selain itu, terdapat larangan menggunakan kata Islam hanya untuk Ahlussunnah wal Jamaah dan Salafi saja. Sebab, pengertiannya yaitu orang-orang selain mereka adalah non-Muslim. Ini tidak benar. Kita tidak boleh mengkafirkan para pengikut firqah (sekte-sekte) secara umum seperti kaum Khawarij. Bahkan Imam Ali Radhiallahu anhu tidak mengkafirkan mereka. Ketika beliau ditanya, “Apakah mereka orang kafir?” Beliau menjawab, “Tidak. Mereka melarikan diri dari kekafiran. Mereka tetap saudara kita, tapi memberontak kepada kita.”&lt;br /&gt;Mereka tetap terjalin dalam ikatan Islam meskipun sangat lemah. Mereka tetap berada dalam kelompok umat Islam secara umum, tetapi mereka mnyimpang dan sesat. Untuk membedakan mana Muslim yang hakiki, tidak sesat, dan tidak menyimpang – di antara orang-orang dari kalangan Rafidhah (Syiah), Mu’tazilah, Jahmiyah, Jabariyah dan lainnya – maka dipergunakanlah nama ini.&lt;br /&gt;Karena itu, diriwayatkan dari Imam Ahmad bahwa suatu ketika beliau berada dalam sebuah majelis. Salah seorang yang hadir berkata, “Segala puji bagi Alloh yang menunjukkan kita kepada Islam.” Imam Ahmad lalu menambahkan, “Katakanlah, dan kepada Assunnah.” Maksud beliau, betul kita memuji Alloh bahwa kita termasuk dalam golongan umat Islam, tetapi ketika Islam ini (dalam prakteknya) mengambil banyak bentuk dalam berbagai firqah, maka katakanlah, “Dan kepada Assunnah.” Karena kenikmatan yang berhak atas banyak pujian, yaitu bahwa Alloh telah memberi petunjuk jalan selamat kepada seseorang dalam hal yang disengketakan banyak orang. Karena seorang Muslim tidak akan selamat hanya dengan memeluk Islam, sehingga ia termasuk golongan yang selamat (Al Firqah An Najiyah). Sebab, dalam umat Islam terdapat 73 golongan. Jika ia termasuk salah satu dari 73 golongan tersebut, dan ia beramal dengan amalan yang besar dan banyak laksana gunung, maka hal itu tidak berguna untuknya, bahkan ia  akan disiksa di Neraka.&lt;br /&gt;Seperti diketahui, semuanya berada dalam Neraka kecuali satu, maka nikmat yang sempurnya adalah jika ia memeluk Islam dan ke-Islamannya itu berada di jalan kelompok yang selamat. Ini merupakan realitas sejarah yang beragam dan mendorong banyak ulama untuk membedakan pengikut kebenaran dalam sejarah fase pertama, lalu fase kedua. Sebab, kalangan Asy’ariyah, Maturidiyah, Sufiyah dan ahli bid’ah lainnya juga mengambil nama Ahlussunnah wal Jamaah. Tidak satu pun dari mereka berkata, “Saya mengikat pemahaman saya sesuai dengan Al Qur’an dan Assunnah sesuai dengan pemahaman Salafusshalih.” Dengan demikian mereka telah menyingkap dan membedakan antara berbagai kelompok ini dengan adanya istilah “kelompok yang selamat” (Al Firqah An Najiyah). Mereka mengambil pemahaman Salaf untuk membedakan pemahaman yang benar terhadap Islam, Al Qur’an dan Assunnah. Hal ini ditunjukkan oleh ayat-ayat Al Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah shallallahualaihi wasallam. Inilah yang dianjurkan dan  dinasihatkan untuk diikuti. Al Qur’an dan Assunnah menyuruh untuk mengikuti petunjuk kaum Salafusshalih, mengikuti pemahaman, dan konsisten mengikuti jalan mereka.&lt;br /&gt;Abu Zaid : "mohon untuk bershalawat ketika menemui lafaz Rasulullah atau yang semakna dalam tulisan di atas"&lt;br /&gt;Penulis : Faidzin Firdhaus, Email : mandorsanim@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-8226717091713383922?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/8226717091713383922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=8226717091713383922' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/8226717091713383922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/8226717091713383922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2007/06/hakikat-penggunaan-nama-antara-ahlu.html' title='Hakikat Penggunaan Nama Antara Ahlu Sunnah Waljamaah dan Salafiyun Shalih'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-3592274276004821439</id><published>2007-06-13T08:24:00.001-07:00</published><updated>2007-07-22T21:43:53.753-07:00</updated><title type='text'>Dongeng Kerajaan Mangrove &amp; Raja Rhizopora</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/RqQx-fKwtYI/AAAAAAAAAAk/p18PldFl5cM/s1600-h/AD-din(065).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/RqQx-fKwtYI/AAAAAAAAAAk/p18PldFl5cM/s200/AD-din(065).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090248428423787906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kala di tanah Java terdapat sebuah kerajaan yang sangat makmur dan kuat yang bernama Kerajaan Mangrove. Kerajaan tersebut tepat berada menghadap pesisir pantai yang indah. Rakyatnya sangat sejahtera dan bahagia. Mereka bekerja sebagai nelayan, saudagar dagang yang tangguh, petani-petani sukses. Dan yang sangat membahagiakan adalah bahwa rakyat Kerajaan Mangrove dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana, kuat dan pemberani yang bernama Raja Rhizopora. Sang raja memiliki permaisuri yang sangat cantik jelita bernama Ratu Soneratia. Raja tersebut memiliki adipati yang juga sebagai panglima perang namanya Adipati Avicenia. Oleh rakyatnya sang adipati diberi gelar adipati api-api karena semangat juang yang tinggi berapi-api dalam menaklukkan musuh-musuh kerajaan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun disuatu masa, ketika Kerajaan mencapai puncak kejayaan, banyak kerajaan-kerajaan tetangga yang cemburu. Mereka tahu betul bahwa benteng terkuat dari Kerajaan Mangrove adalah hutan yang berada di pesisir pantai kerajaan tersebut. Sehingga secara sembunyi-sembunyi mereka mencuri kayu-kayu dari hutan tersebut untuk membuat lubang pengintaian. Pada masa itu pula rakyat Kerajaan Mangrove karena merasa tidak ada lagi musuh yang mampu menyainginya maka pohon-pohon di hutan tersebut ditebangi untuk memperluas areal tambak mereka. Sang raja rupanya juga teledor melihat masalah ini, karena menurut dia penebangan itu dapat meningkatkan kemakmuran Kerajaan Mangrove. Dengan banyaknya penebangan tersbut maka sedikit demi sedikit benteng pertahanan Kerajaan Mangrove hancur.&lt;br /&gt;Dengan kejadian itu, maka munculah bencana di Kerajaan Mangrove. Tanah kerajaan Mangrove sedikit demi sedikit berkurang, ikan-ikan di tambak semakin sulit bekembang biak dan ancaman yang paling menakutkan adalah akan adanya persiapan serangan dari kerjaan tetangga. Karena keserakahan rakyatnya tersebut maka sang dewata memberikan becana bagi Kerajaan Mangrove berupa ombak besar yang menghantam seluruh pemukiman penduduk karena tidak ada lagi bentengnya. Sangat beruntung Istana Kerjaan Mangrove hanya sedikit mengalami kerusakan.&lt;br /&gt;Melihat bencana tersebut maka sang raja Rhizopora yang bijak melakukan pertemuan kerajaan membahas bencana yang mengancam. Sangat beruntung sang raja memiliki istri yang cerdas. Dari sang istri, raja disarankan untuk kembali menanami hutan di pesisir pantai tersebut. Rencana ini datang setelah sang permaisuri mendapatkan mimpi, dimana dewata memberikan buah yang mirip buah dipesisir pantai untuk ditanam. Maka mulailah dilakukan penanaman kembali hutan tersebut, sementara sang panglima Adipati Avicenia mempersiapkan pasukannya menghadapi kemungkinan serangan dari musuh.&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, dimana tanaman dipesisir pantai tersebut telah tumbuh subur dan lebat maka akhirnya rakyat Kerajaan Mangrove kembali sejahtera dan musuh dari kerajaan tetangga kembali menjadi segan pada Kerajaan Mangrove karena memiliki benteng pertahanan yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-3592274276004821439?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/3592274276004821439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=3592274276004821439' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/3592274276004821439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/3592274276004821439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2007/06/dongeng-kerajaan-mangrove-raja.html' title='Dongeng Kerajaan Mangrove &amp; Raja Rhizopora'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/RqQx-fKwtYI/AAAAAAAAAAk/p18PldFl5cM/s72-c/AD-din(065).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-3376657916279285823</id><published>2007-06-13T08:04:00.001-07:00</published><updated>2007-07-22T21:51:02.677-07:00</updated><title type='text'>Pelaksanan Pendidikan Konservasi (Part 2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/RqQzd_KwtZI/AAAAAAAAAAs/9TvVlGY7140/s1600-h/AD-din(152).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/RqQzd_KwtZI/AAAAAAAAAAs/9TvVlGY7140/s200/AD-din(152).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090250069101294994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Memulai Pendidikan Konservasi ?&lt;br /&gt;Pendidikan Konservasi dimulai dari hati sang fasilitator dan diberikan ke hati anak. Situasi belajar harus menyentuh perasaan anak. Perasaan atau emosi pada anak sering berbeda dengan orang dewasa. Jika anak-anak diajak bicara, maka akan tumbuh motivasinya. Perasaan yang tersentuh akan menggerakan organ-organ lain pada tubuh untuk mengerjakan sesuatu yang menjadi kata hatinya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Proses awal Pendidikan Konservasi yaitu menyentuh hati untuk memulai tahap penyadaran (awareness) sehingga timbul rasa cinta dan sayang pada lingkungan. Proses yang menyentuh hati ini menjadikan hubungan sosial fasilitator dan anak menjadi lebih baik, sehingga motivasi anak akan lebih baik juga. Jika tahapan ini telah tercapai yang ditandai dengan adanya perubahan pola pikir dan sikap dari anak, selanjutnya kita harus mengisi otak anak dengan pengetahuan tentang alam ini agar terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman anak tentang lingkungan. Apabila ini sudah tercapai langkah selanjutnya gerakkanlah tangan anak (unsur psikomotorik) untuk belajar berbuat bagi lingkungan. Hal ini akan mampu meningkatkan keterampilan anak dalam mengelola lingkungan. &lt;br /&gt;Jadi, bagaimana untuk mencapai hal tersebut di atas ? Kegiatan Pendidikan Konservasi dapat dilakukan melalui 3 tahapan pokok antara lain : &lt;br /&gt;1. Tahap penyadaran (awareness)&lt;br /&gt;Menurut Keraaf. S (2002) salah satu prinsip etika lingkungan yaitu kasih sayang dan kepedulian terhadap alam (caring for nature) : sebagai sesama anggota komunitas ekologis yang setara, manusia di gugah untuk mencintai, menyayangi dan peduli kepada alam, dan seluruh isinya tanpa diskriminasi dan tanpa dominasi.  Tahap menumbuhkan kesadaran dapat dilakukan dengan cara : (1) Bagaimana menumbuhkan motivasi anak didik terhadap dirinya sendiri dan keberadaan dirinya bagi lingkungan, 2) Bagaimana menggugah perasaan dan pemahaman anak terhadap lingkungan, (3) informasi mengenai bentuk-bentuk kerusakan alam, (4) pengetahuan mengenai cara mengatasi dampak yang telah muncul tanpa menimbulkan masalah baru seperti motto Perum Pegadaian “menyelesaikan masalah tanpa masalah”. Dengan cara tersebut di atas akan timbul rasa cinta anak terhadap lingkungan yang akhirnya akan menumbuhkan pola pikir dan kesadaran  melestarikan alam.&lt;br /&gt;2. Tahap peningkatan pengetahuan (kognitif)&lt;br /&gt;Dalam tahap ini dapat dilakukan dengan mengenalkan lingkungan sekitar kepada anak. Anak diperkenlakan dengan fungsi dan manfaat hutan, jenis flora dan fauna, dan lain-lain. Anak juga diberi penegtahuan mengenai cara mengatasi dampak yang telah muncul tanpa menimbulkan masalah baru seperti motto Perum Pegadaian “menyelesaikan masalah tanpa masalah”.  Sebaiknya kegiatan lebih banyak dilakukan di luar kelas.  Fasilitator harus memahami bahwa sebenarnya setiap anak memiliki pengetahuan dasar tentang lingkungan namun mereka belum menyadarinya.  Maka dalam tahap ini sebaiknya dilakukan secara interaktif dimana anak dapat terlibat aktif mengalami, melihat, mengamati dan merasakan lingkungan. &lt;br /&gt;3. Tahap peningkatan keterampilan (psikomotorik)&lt;br /&gt;Pada tahap ini, keterampilan yang diberikan oleh Pendidikan Konservasi yaitu : (1) keterampilan psikomotorik, (2) keterampilan berpikir kritis, (3) keterampilan berkomunikasi (lisan, tulisan, seni), (4) keterampilan memecahkan masalah.&lt;br /&gt;Apa Metoda Pendidikan Konservasi Yang Paling Baik ?..............................................&lt;br /&gt;Metoda pembelajaran Pendidikan Konservasi yaitu belajar berbasis pengalaman.  Belajar Berbasis Pengalaman akan menggerakkan rasa secara seimbang. Pengalaman yang berkesan mudah diingat termasuk pesan atau info yang disampaikan dalam pesan tersebut. Informasi dari pengalaman akan menyentuh rasa, rasio dan gerak yang berimbang menjadi intuisi. Keseimbangan rasa dan pikiran dapat menggugah hati dan perasaan anak didik dan pesan yang disampaikan akan lebih lama diingat dan suatu waktu akan muncul kembali. Lalu bagaimana cara belajar berbasis pengalaman ?&lt;br /&gt;Dalam Belajar Berbasis Pengalaman dilakukan melalui dua tahapan pokok yaitu  :&lt;br /&gt;1. Anak menceritakan pengalamannya terhadap alam (menyentuh rasa). &lt;br /&gt;Anak kembali diingatkan tentang tindakan negatif mereka yang pernah menebang pohon, merusak tanaman, membunuh binatang, juga tindakan positif mereka yang pernah menanam pohon, memelihara tanaman sampai tumbuh besar.  Selain itu anak juga kembali diingatkan tentang pengalaman mereka hidup berdampingan bersama alam ini.&lt;br /&gt;2. Fasilitator mengarahkan pengalaman anak didik (menyentuh rasio dan gerak)&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman-pengalaman mereka, fasilitator memberikan arahan dan  informasi tindakan yang seharusnya dalam melestarikan alam.  Fasilitator juga memberikan pengetahuan dan keterampilan pembelajaran Pendidikan Konservasi untuk membentuk pengalaman positif bagi anak.&lt;br /&gt;Pendekatan Apa Yang Sebaiknya Digunakan ?.......................................................&lt;br /&gt;Pendekatan pembelajaran yang dipakai yaitu pendekatan andragogy. Pendekatan ini harus meyakini bahwa anak sebenarnya sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan di dalam pikiran mereka.  Pengalaman mereka berinteraksi dengan alam sebenarnya merupakan proses belajar yang telah dilakukan.  Dalam Pendidikan Konservasi tidak menekankan pemahaman dan pengertian yang kaku, tapi dapat ditinjau dari berbagai arah yang terpenting adalah tujuannya sama untuk kelestarian alam. Berikan anak kesempatan menyampaikan pendapat dan pengetahuan mereka tentang lingkungan dan konservasi alam berdasarkan bahasa dan pemahaman mereka melalui kegiatan diskusi dan berbagi pengalaman. Dengan pendekatan ini, anak dapat lebih mudah memahami benar tidaknya tindakan dari pengalaman mereka.  Keadaan itulah yang dapat dibagikan kepada anak yang lain.&lt;br /&gt;Apakah Teknik Yang Paling Baik Digunakan ?........................................................&lt;br /&gt;Belajar di alam. Untuk kegiatan Pendidikan Konservasi bagi anak sekolah dasar di wilayah pesisir pantai sekitar Hutan Mangrove berupa lingkungan sekitar sekolah dan Hutan Mangrove. Hutan Mangrove yang selama ini hanya menjadi tempat bermain, memancing, akan dijadikan laboratoruim ilmu pengetahuan alami. Anak-anak biasanya sangat menyenangi dunia petualangan. Dengan belajar di alam anak-anak akan diperkenalkan pengertian, fungsi, manfaat dan pemahaman yang sesungguhnya untuk mereka pahami berdasarkan pemahaman mereka. &lt;br /&gt;Belajar sambil bermain. Dunia anak-anak selalu identik dengan permainan yang menggembirakan. Hal ini yang akan kita gunakan untuk memberikan materi PK tanpa harus anak merasa kehilangan dunianya. Ilmu yang disampaikan dalam suasana gembira akan lebih mudah membentuk pengalaman positif pada anak dibandingkan belajar dalam kondisi tertekan. Anak harus diberi kesempatan untuk ikut merasakan telah berbuat sesuatu dalam kegiatan tersebut, karena memori tersebut akan terus menempel di kepala dimana suatu saat akan muncul kembali. &lt;br /&gt;Menonton video. Teknik ini termasuk mahal, tetapi mampu mneggerakkan fantasi berpikir anak terhadap alam lain yang mungkin tidak langsung mereka dapat lihat.&lt;br /&gt;Menggunakan alat bantu (poster, flipchart). Penggunaan gambar juga mampu menggerakkan fantasi berpikir anak, karena gambar mampu menjelaskan permasalahan-permasalahan alam seperti perumpamaan ”Picture is worth a thousand words” atau ”sebuah gambar dapat menjelaskan ribuan kata-kata”. Tapi teknik ini harus disertai dengan penjelasan dari fasilitator, jika tidak anak akan menginterpretasikan gambar tersebut berdsarkan pemahaman dan fantasi berpikir mereka. Bisa positif atau bisa negatif !&lt;br /&gt;Apakah Prinsip Flow Learning ?.......................................................................&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan efektivitas kegiatan di alam bebas, Joseph Cornell dalam bukunya  Sharing The Joy of Nature menyarankan penggunaan prinsip Flow learning. Pada dasarnya “ Flow learning (Belajar mengalir) merupakan rangkaian kegiatan dan permainan di alam bebas maupun di ruangan yang dilakukan melalui 4 tahapan. Tahapan Flow Learning yaitu :&lt;br /&gt; Kegiatan mencairkan suasana, mengbangkitkan semangat ,rasa tertarik , serta rasa ingin tahu.&lt;br /&gt; Kegiatan yang bertujuan untuk memusatkan perhatian siswa pada sesuatu hal sehingga pikiran mereka dapat mengikuti kegiatan berikutnya. Secara alamiah siswa dikondisikan untuk lebih menyadari apa yang dilihat, didengar, disentuh dan dibaui, serta apa yang diterima melalui intuisi atau perasaan.&lt;br /&gt; Melakukan kegiatan yang memberikan pengalaman langsung untuk berdekatan dengan alam, mengamati, dan berkomunikasi dengan alam sehingga timbul ketenangan jiwa dan keterbukaan hati untuk menyerap pengalaman tersebut tanpa dipengaruhi kondisi pikiran.&lt;br /&gt; Tahap terakhir merupakan acara berbagai (sharing) pengalaman dan perasaan. Acara berbagi ini dilakukan untuk membuka diri terhadap kesadaran yang lebih dalam sehingga kita merasa gembira dan tersentuh oleh keindahan serta kekuatan penciptaan Tuhan. Sehingga muncul penghargaan dan kesadaran yang baru terhadap alam.&lt;br /&gt;Apa Kata Anak ?......................................................................................&lt;br /&gt;Kita harus menanam pohon api-api dan bakau-bakau lagi kalau bakau-bakau dan api-api ditebang maka air terasa asin. &lt;br /&gt;(Muslimah, SDN Muara II Kelas V)&lt;br /&gt;Kita harus menanam lagi bakau-bakau dan api-api dan sebagainya untuk mencegah tsunami &lt;br /&gt;(Istiqomah, SDN Muara II Kelas V)&lt;br /&gt;Kita harus wajib menjaga Hutan agar hutan kita supaya terjaga dari bencana alam supaya tidak terjadi maka kita harus melindungi agar lestari. &lt;br /&gt;(Karnadi, SDN Muara Baru III Kelas V)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-3376657916279285823?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/3376657916279285823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=3376657916279285823' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/3376657916279285823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/3376657916279285823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2007/06/pelaksanaan-pendidikan-konservasi.html' title='Pelaksanan Pendidikan Konservasi (Part 2)'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_oF7uVTirq0Q/RqQzd_KwtZI/AAAAAAAAAAs/9TvVlGY7140/s72-c/AD-din(152).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829209453823172889.post-4158163671688986808</id><published>2007-05-19T10:25:00.000-07:00</published><updated>2007-06-13T08:01:48.715-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Konservasi Solusi Aman (Part 1)</title><content type='html'>PENDIDIKAN KONSERVASI&lt;br /&gt;Ketika kita bertanya kepada pelaku illegal loging, apakah mereka sadar bahaya pencurian kayu? Atau cobalah wawancara dengan para perusak Hutan Mangrove, apakah mereka tahu apa fungsi Hutan Mangrove dalam mencegah bahaya abrasi dan tsunami ? Cobalah kita simak data laju pengurangan hutan di Indonesia yang mencapai 3,8 juta ha/tahun atau setara 6 kali lapangan sepakbola/menit dengan total kerusakan hutan 59,62 juta hektar dari 120,34 juta hektar luas hutan Indonesia. Salah satunya diantaranya adalah Hutan Mangrove yang hanya tinggal 25 % saja dari luas 3,6 juta Ha. Semua orang tahu konservasi, semua orang mengerti manfaat Hutan Mangrove, semua orang sadar akibat alam rusak, tapi dia akan tetap merusak karena dia hanya memiliki pengetahuan tidak memiliki jiwa conservationist. Tanpa gelar sarjana pun, manusia akan ikhlas untuk melestarikan bumi ini beserta isinya. Cobalah kita lihat bagaimana suku Anak Dalam di Jambi atau Suku Badui di Banten yang memiliki kearifan dan keikhlasan dalam melestarikan dan menjaga keseimbangan alam ini, karena jiwa mereka sudah menyatu dengan alam, setiap hari mereka bersentuhan dan bergaul dengan hutan dan alam sekitar. Mungkin demikian pula halnya dengan kita yang memiliki pengalaman bergaul bersama alam, ketika alam memberikan kasih sayangnya pada kita, atau ketika alam harus marah karena dirinya telah dirusak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui bahwa keanekaragaman hayati sedang terancam kelestariannya, sehingga diperlukan upaya-upaya yang sangat mendasar menyentuh jiwa setiap masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan bagi keberlanjutan kehidupan, salah satunya melalui pendidikan konservasi. &lt;br /&gt;Pendidikan konservasi haruslah dimulai sejak dini dan dapat dilaksanakan di lingkungan rumah secara non formal. Sejak kecil anak dididik untuk menanam, menyirami dan memeliharanya. Perkenalkan mereka dengan alam sebagai lingkungan yang ramah. Secara formal, pendidikan konservasi harus dapat menyentuh semua level pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMU dan Perfasilitatoran Tinggi. Hal ini untuk membentuk dan memelihara jiwa conservationist dalam diri setiap anak agar benar-benar menjadi generasi yang cinta lingkungan. Dan menjadi kewajiban bagi kita semua untuk melaksanakan hal tersebut karena setiap diri kita adalah fasilitator bagi orang lain. Jiwa Konservationist dan pengalaman kita bergaul dengan alam kiranya dapat dibagikan dan diwariskan kepada adik-adik kita. Sehingga akan muncul generasi-generasi conservationist yang akan menjadi pahlawan penyelamat lingkungan.&lt;br /&gt;Apa Prinsip Dasar Pelestarian Alam ?................................................................                                                                                                                            &lt;br /&gt;Dimensi utamanya adalah manusia. Manusia merupakan unsur utama dari alam semesta ini yang harus sangat bertanggungjawab atas segala degradasi alam yang sekarang terjadi, karena manusia adalah sebagai pengguna, perusak, dan akhirnya harus menjadi pelestari alam ini.&lt;br /&gt;Pelestarian lingkungan dan prinsip kemampuan harus saling mendukung. Upaya pelestarian yang dilakukan harus spesifik lokal dengan mempertimbangkan kemampuan sumber daya yang dimiliki (SDA &amp; SDM) dengan semboyan “berpikir global, bertindak lokal”.&lt;br /&gt;Pencegahan lebih baik dari pada perbaikan. Biaya finansial dan sosial yang dikeluarkan untuk merehabilitasi alam yang telah rusak lebih besar dibanding dengan melakukan pemeliharaan/pencegahan.&lt;br /&gt;Keterpaduan. Pelestarian alam harus dilaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat untuk seluruh masyarakat.&lt;br /&gt;Penegakan supremasi hukum. Pelaku perusak alam harus dihukum untuk mengembalikan alam yang lestari.&lt;br /&gt;Apa Prinsip Dasar Pendidikan Konservasi ?...........................................................&lt;br /&gt;Pendidikan Konservasi bekerja secara menyeluruh. Apa yang secara keseluruhan diketahui/diterima secara terpadu akan lebih tersimpan dalam ingatan. &lt;br /&gt;Pendidikan Konservasi diterapkan sesuai situasi. Penyusunan perencanaan materi Pendidikan Konservasi harus memperhatikan 3 aspek yaitu : (1) Situasi belajar harus menyentuh perasaan anak karena akan lebih membangkitkan motivasinya, (2) Situasi belajar harus dapat memahami kenyataan yang dialami karena rasa ingin tahu anak yang alami merangsang untuk mengungkapkan, (3) Situasi belajar harus bisa membentuk pengalaman yang positif bagi anak karena dapat merangsang kemandirian pada anak untuk melakukan hal yang sama dalam situasi dan tempat yang berbeda.&lt;br /&gt;Pendidikan Konservasi menuntut tindakan. Kita hanya akan mendapatkan 20 % dari apa yang kita dengar, sedangkan disisi lain kita dapat menyimpan 90 % kesan yang diperoleh secara mandiri melalui “learning by doing”.&lt;br /&gt;Apa Tujuan Pendidikan Konservasi ?..................................................................&lt;br /&gt;Pendidikan Konservasi bertujuan untuk membentuk jiwa konservasionis yang memiliki sikap sadar terhadap lingkungannya. Sadar lingkungan diartikan sebagai bagian dari kesadaran diri yang bertumpu pada terbentuknya hubungan positif antara individu dengan lingkungan alam, sosial dan lingkungan yang telah terbentuk dengan  memperhatikan keteraturan ekologi.&lt;br /&gt;Bagaimana Mencapai Tujuan Pendidikan Konservasi ?................................................&lt;br /&gt;Sasaran Pendidikan Konservasi adalah membentuk jiwa konservasionis yang memiliki sikap sadar terhadap lingkungan. Oleh karena itu Pendidikan Konservasi harus memperhatikan aspek – aspek :&lt;br /&gt;Aspek pertama : pengetahuan dan keterampilan. Pendidikan Konservasi memberikan pengetahuan untuk menggali dan memberikan : Aspek utama Pendidikan Konservasi adalah mengubah pola pikir dan sikap individu terhadap lingkungan baik lingkungan fisik yaitu alam dan mahkluk hidup lainya, maupun lingkungan sosial yaitu sikap terhadap orang – orang yang ada di sekitarnya. Anak harus mengenal alam ini sebagai lingkungan yang ramah. &lt;br /&gt;Aspek kedua : menyentuh keyakinan. Keyakinan merupakan bentuk sikap sadar sasaran terhadap lingkungan. Hal ini dapat di tempuh dengan membangkitkan motivasi sasaran untuk memperbaiki kualitas kehidupan dan memelihara keberlanjutanya.&lt;br /&gt;Aspek ketiga : timbulnya tindakan pelestarian lingkungan. Dengan munculnya tindakan dalam melestarikan lingkungan yang dilakukan secara sadar ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen terhadap lestarinya alam ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829209453823172889-4158163671688986808?l=hamiudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiudin.blogspot.com/feeds/4158163671688986808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829209453823172889&amp;postID=4158163671688986808' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/4158163671688986808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829209453823172889/posts/default/4158163671688986808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiudin.blogspot.com/2007/05/pendidikan-konservasi-solusi-aman-part.html' title='Pendidikan Konservasi Solusi Aman (Part 1)'/><author><name>Hamiudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07386333948278898691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-NbtXUAH_HMw/Tu7mmRvyFsI/AAAAAAAAAHY/YxuRwAFrv2w/s220/arah%2Butara_srb.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
